Kompas.com - 17/09/2021, 09:56 WIB
Ilustrasi Path Yoga Hastyadi Widiartanto/KOMPAS.comIlustrasi Path

KOMPAS.com - Hari ini tiga tahun lalu, tepatnya 17 September 2018, jejaring media sosial Path resmi menutup layanannya.

Kabar penutupan layanan Path sempat simpang siur, namun pada Senin (17/9/2018), Path akhirnya resmi mengumumkan bahwa jejaring sosialnya memang bakal ditutup.

"Dengan penyesalan mendalam kami mengumumkan bahwa kami akan berhenti menyediakan layanan kami yang dicintai, Path," tulis tim Path dalam unggahan berisi pengumuman di situsnya yang diberi judul "The Last Goodbye".

Baca juga: Inilah HalloApp, Medsos Mirip Path Buatan Mantan Bos WhatsApp

"Sepanjang perjalanan, kami telah tertawa dan menangis bersama Anda. Kini penutupan layanan sudah tidak terhindarkan untuk memprioritaskan kerja kami, untuk menyediakan produk dan layanan yang lebih baik untuk Anda," lanjut Path.

Setelah mengumumkan penghentian layanan, Path menghentikan update aplikasi pada 1 Oktober 2018, dan menghentikan layanan sepenuhnya pada 18 Oktober.

Mengingkari konsep dan minim inovasi

Pengamat media sosial, mendiang Nukman Luthfie, mengatakan Path terpaksa menghentikan layanannya akibat kesalahan Path di masa lalu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kesalahan dia mengingkari konsepnya sendiri," kata Nukman saat dihubungi Kompas.com, Senin (17/9/2018).

Path menambah kuota lingkar pertemanan yang semula hanya sejumlah 150 menjadi 500 akun. Penambahan ini dikarenakan adanya tekanan dari pengguna Indonesia untuk memperbesar kuota pertemanan.

Baca juga: 6 Fitur Path yang Akan Dirindukan Setelah Ditutup

Padahal, diferensiasi itulah yang membuat banyak pengguna media sosial, khususnya di Indonesia, beralih meninggalkan Twitter dan Facebook menuju Path.

Path dianggap lebih personal sehingga seseorang dapat berbagi dan mengutarakan apa saja tanpa merasa khawatir dibaca orang lain yang tidak begitu dikenalnya. Sebab, unggahan di Path hanya dilihat oleh orang-orang terdekatnya.

Selain itu, Path tidak mengeluarkan inovasi apa pun saat beberapa pesaing mulai muncul, seperti Snapchat dan Instagram yang memiliki berbagai fitur baru dan segar.

"Keunggulan utama Path itu kan 150 teman akrab, itu saja," kata Nukman.

Namun, hal itu sudah tidak ada lagi. Nukman menyebut, tutupnya Path murni karena aplikasi itu sudah ditinggalkan para penggunanya.

Baca juga: Path Akan Tutup Layanan, Ini 7 Fakta tentang Jejaring Sosial Itu..

"Ini sudah enggak ekonomis lagi. Sudah enggak sanggup lagi," ujarnya.
Personal

Di awal kehadirannya, Path hadir dengan menawarkan diferensiasi yang menarik. Posisinya sebagai sebuah media sosial yang bersifat sangat personal berbeda dengan para pesaingnya saat itu, Facebook dan Twitter.

Hal itu didasarkan pada sebuah teori psikologi yang menyatakan seorang individu hanya bisa berteman dekat dengan sejumlah orang yang terbatas, yakni maksimal 150 orang.

Path hadir dan menjadi jawaban atas kelemahan Facebook yang batasan pertemanannya begitu longgar. Sebuah akun di Facebook bisa memiliki teman hingga 5.000 akun. Padahal, hanya segelintir kecil akun yang dikenali dengan baik.

Editor: Bayu Galih

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.