Dompet Bitcoin Ini Tiba-tiba Transfer Rp 385 Miliar, Terakhir Aktif 2012

Kompas.com - 27/09/2021, 19:47 WIB
Ilustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency nytimes.comIlustrasi bitcoin, aset kripto, cryptocurrency
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Dompet digital berisi ratusan Bitcoin yang tidak aktif selama kurang lebih sembilan tahun tiba-tiba kembali melakukan transaksi pada Minggu (19/9/2021) pekan lalu.

Hal itu mencuat berdasarkan kanal informasi di Twitter dengan handle @whale_alert yang biasa mendeteksi dan membagikan sejumlah detail transaksi Bitcoin yang jumlahnya cukup besar.

Menurut akun tersebut, transaksi ini melibatkan transfer dana sebesar 616 Bitcoin ke dompet digital lain yang pemiliknya masih belum diketahui.

Baca juga: China Resmi Larang Transaksi Mata Uang Kripto, Harga Bitcoin Anjlok

Dompet digital tersebut disinyalir terakhir aktif melakukan transaksi pada 2012 lalu, tahun di mana sosok yang disebut-sebut sebagai penemu Bitcoin, Satoshi Nakamoto (nama samaran, pseudonim), juga terakhir muncul di dunia maya.

Aktivitas dadakan dari dompet tersebut memunculkan banyak spekulasi yang mengaitkannya dengan Satoshi. Meskipun, tak bisa dipastikan juga apabila dompet itu memang ada hubungannya dengan Satoshi atau tidak.

Satu hal yang pasti, nilai dari ratusan Bitcoin tadi di 2021 ini tentunya meningkat apabila dibandingkan dengan nilainya pada 2012 lalu. Di tahun itu, nilai total ke-616 keping Bitcoin tersebut hanya sekitar7.000 - 8.000 dolar AS.

Namun kini, berdasarkan data Coindesk, 1 keping Bitcoin saja sudah bernilai 44.000 dolar AS (sekitar Rp 627 juta). Dengan demikian, 616 Bitcoin setara dengan lebih kurang 27 juta dolar AS (sekitar Rp 385 miliar).

Ini bukan pertama kalinya dompet digital yang sudah lama menganggur tiba-tiba kembali melakukan transaksi.

Baca juga: Bukan Orang Jepang, Penemu Bitcoin Menampakkan Diri

Pada November tahun lalu, seseorang terpantau memindahkan aset Bitcoin senilai 1 miliar dolar AS (sekitar Rp 14,2 triliun, 1 dolar AS = Rp 14.200), sebagaimana dirangkum KompasTekno dari The Independent, Senin (27/9/2021).

Rincian transaksi Bitcoin sendiri sebenarnya  bisa dilacak khalayak melalui sejumlah situs web, salah satunya adalah Blockchain.com.

Meski demikian, pemilik dompet digital yang menerima atau yang mengirimkan Bitcoin masih tetap anonim, kecuali isinya dicairkan dengan ditukar ke mata uang macam dolar AS, rupiah, dan lain sebagainya.

Baca juga: 1.069 Mesin Penambang Bitcoin Dilindas dan Dihancurkan Polisi Malaysia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.