Penambang Bitcoin Beli Pembangkit Listrik Sendiri untuk Mining

Kompas.com - 28/09/2021, 15:01 WIB
Ilustrasi pembangkit listrik milik Stronghold yang dipakai untuk memasok daya perangkat penambang Bitcoin. CoindeskIlustrasi pembangkit listrik milik Stronghold yang dipakai untuk memasok daya perangkat penambang Bitcoin.
Penulis Bill Clinten
|
Editor Oik Yusuf

KOMPAS.com - Bukan rahasia lagi bahwa aktivitas penambangan (mining) mata uang kripto atau cryptocurrency membutuhkan listrik yang tidak sedikit sehingga ikut berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan. 

Belakangan, untuk memenuhi kebutuhan listriknya, sebuah holding company penambang Bitcoin bernama Stronghold Digital Mining yang berbasis di Pennsylvania, AS, memutuskan untuk membeli pembangkit listrik sendiri.

Pembangkit listrik bernama Scrubgrass Power Plant itu bertenaga uap  (PLTU) yang menggunakan bahan bakar berupa limbah batubara. Scrubgrass dibeli oleh Stronghold pada pertengahan 2021. Nilai pembeliannya tidak dirinci.  

Baca juga: Berapa Listrik yang Dihabiskan untuk Menambang 1 Keping Bitcoin?

Scrubgrass Power Plant membakar limbah bekas penambangan batu bara sebanyak 600.000 ton per tahun. Listrik yang dihasilkannya saat ini cukup untuk menghidupkan 1.800 komputer mining yang ditempatkan dalam peti-peti kontainer di sebelah pembangkit listrik. 

Tak hanya satu, pada Agustus lalu, Stronghold juga telah membeli pembangkit listrik kedua bernama Panther Creek Power Plant yang berada di satu wilayah dengan yang pertama.

Selain itu, mereka juga berencana untuk membeli pembangkit listrik ketiga yang nama dan lokasinya belum diungkapkan.  Dengan ketiga pembangkit listrik ini, Stronghold berencana mengoperasikan sebanyak 57.000 komputer penambang Bitcoin pada akhir 2022. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Konsumsi listrik untuk penambangan Bitcoin sendiri sempat disinggung oleh berbagai pihak. Pasalnya, energi lsitrik yang digunakan akan turut meningkatkan emisi karbon di udara, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Mashable, Selasa (28/9/2021).

Baca juga: Seperti Inilah Borosnya Listrik Penambangan Bitcoin

Berdasarkan data Bitcoin Energy Consumption Index dari Digiconomist per September 2021, pemakaian listrik untuk kegiatan penambangan Bitcoin saat ini diperkirakan mencapai 166,40 Terra Watt per jam (TWh) per tahun.

Pemakaian listrik sebesar itu akan turut menghasilkan emisi karbon (CO2) sebesar 79 metrik ton (Mt), dan 22,93 kiloton (kt) limbah elektronik (e-waste).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Mashable
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.