Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 29/09/2021, 13:32 WIB

KOMPAS.com - Pertengahan bulan September lalu, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) resmi mengumukan kesepakatan merger dengan nilai transaksi 6 miliar dollar AS, atau lebih dari Rp 85 triliun.

Saat ini, proses finalisasi merger Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri Indonesia masih berlangsung dan ditargetkan rampung di akhir tahun.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebut telah menerima surat permohonan merger Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri.

Baca juga: RI Punya Rp 7 Triliun di Merger Indosat–Tri

"Surat Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri sudah diterima dan saat ini sedang dievaluasi oleh tim Kominfo," kata Johnny melalui pesan singkat kepada KompasTekno, Rabu (29/9/2021).

Johnny tidak menyebut kapan proses evaluasi itu akan rampung.

"Diusahakan dalam waktu cepat," jawabnya.

Sebelumnya, Johnny menyambut baik merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri. Ia mengatakan bahwa penggabungan dua operator seluler ini bisa mendorong efisiensi industri telekomunikasi dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Johnny juga meyampaikan akan melakukan evaluasi terkait alokasi spektrum. Menurutnya, penggunaan seluruh spektrum dimungkinkan oleh peraturan yang berlaku sesuai dengan hasil evaluasi yang dilakukan oleh Kemenkominfo.

"Undang Undang Cipta Kerja sektor Postelsiar mendorong agar terjadinya efisiensi pemanfaatan sumber daya spekturm, sharing infrastruktur dan tata kelola tarif (batas atas dan batas bawah)," kata Johnny.

Baca juga: Sisi Lain Merger Indosat – Tri

Johnny juga mengatakan nantinya hal ini akan disesuaikan dengan kebutuhan dan rencana bisnis ke depannya. Sebagai informasi, dari riwayat konsolidasi perusahaan telekomunikasi yang sudah terjadi, perusahaan biasanya harus mengembalikan sebagian alokasi spektrum.

Seperti merger antara XL dan Axis tahun 2014 silam, di mana alokasi spektrum 10 Mhz harus dikembalikan ke pemerintah setelah proses akuisisi rampung.

Sementara itu dari sisi pelanggan, baik Indosat dan Tri sama-sama menegaskan bahwa layanan dan produk mereka tidak mengalami perubahan saat ini.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.