China Larang Anak di Bawah 16 Tahun Bikin Konten Live Streaming

Kompas.com - 29/09/2021, 18:02 WIB
Ilustrasi orang bermain game. BusinessInsiderIlustrasi orang bermain game.

KOMPAS.com - China kembali membuat peraturan untuk membatasi kegiatan online anak muda. Awal pekan ini, pemerintah Negeri Tirai Bambu tersebut menerbitkan pedoman nasional tentang perkembangan anak.

Di dalamnya sebutkan bahwa operator penyedia layanan online, termasuk game online, streaming, hingga media sosial  harus membatasi waktu dan uang yang dihabiskan anak di bawah umur ketika sedang melakukan kegiatan secara online.

Operator juga tidak dibolehkan menerima pendaftaran remaja di bawah 16 tahun sebagai live streamer. Dengan kata lain, anak yang termasuk dalam kelompok usia tersebut dilarang melakukan siaran langsung via internet atau live streaming

Baca juga: Remaja di China Hanya Boleh Main TikTok 40 Menit Sehari

Demi dapat mewujudkan kebijakan ini, pemerintah China mengatakan bakal menerapkan sistem ID elektronik terpadu yang dapat memantau kegiatan anak-anak melalui akun online. 

Dengan sistem baru tersebut, pemerintah China mengklaim dapat meninjau konten dalam game online, membatasi waktu bermain, serta melindungi hak privasi yang mencakup informasi pribadi anak-anak.

Sebelumnya, pemerintah China telah menerbitkan sejumlah aturan untuk membatasi kegiatan online anak-anak. 

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada Agustus lalu misalnya, remaja di bawah umur 18 tahun hanya diperbolehkan untuk bermain game selama satu jam, yakni pada pukul 8 hingga 9 malam, khusus pada hari Jumat, Sabtu, Minggu, dan hari libur nasional.

Dampak yang besar langsung dirasakan pada pelaku industri game. Dalam 24 jam setelah kebijakan tersebut diterapkan, Tencent dan NetEase dilaporkan mengalami kerugian hingga lebih dari 60 miliar dollar AS (sekitar Rp 855 miliar).

Baca juga: China Perketat Aturan Main Game Online, 1 Jam Sehari di Akhir Pekan

Sebagainana dihimpun KompasTekno dari Techspot, Rabu (29/9/2021), meski mengalami kerugian yang tidak sedikit, pihak Tencent dan sejumlah perusahaan lain berjanji akan berusaha tunduk dalam peraturan yang diterapkan pemerintah China.

"Kami menghargai panduan dan instruksi dari regulator terkait dan akan bekerja keras untuk sepenuhnya mematuhi semua aturan yang berkaitan dengan kecanduan game remaja," kata Tencent dalam sebuah pernyataan.

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber TechSpot
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.