PeduliLindungi Bakal Hadir di 11 Aplikasi, Sudah Muncul di Gojek dan Tokopedia

Kompas.com - 29/09/2021, 19:25 WIB
Pengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww. ANTARAFOTO/Aprillio AkbarPengunjung memindai kode batang (QR Code) melalui aplikasi PeduliLindungi di Pintu Gerbang Utama Timur, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta, Selasa (14/9/2021). Taman Impian Jaya Ancol menjadi salah satu dari 20 destinasi wisata yang ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai lokasi uji coba tahap awal penerapan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk tempat wisata di masa PPKM. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww.

Setiaji menambahkan, upaya integrasi aplikasi PeduliLindungi ini dilakukan sebagai solusi untuk mengatasi masalah yang kerap dialami masyarakat saat ini, yaitu tidak bisa mengunduh aplikasi tersebut karena media penyimpanan pada ponselnya penuh.

Adapun ada sebelas aplikasi yang nantinya bakal diselipi dengan fitur PeduliLindungi. Di antaranya mencakup:

1. Gojek
2. Grab
3. Tokopedia
4. Traveloka
5. Tiket.com
6. Dana
7. Cinema XXI
8. LinkAja
9. Jaki
10. Livin' by Mandiri
11. GOERS

Penumpang pesawat dan kereta

Masih terkait aplikasi PeduliLindungi, Setiaji turut memastikan bahwa penumpang yang bepergian menggunakan moda transportasi pesawat atau kereta, kini tak wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat perjalanan.

Pasalnya, berbagai informasi terkait Covid-19 yang biasanya ada di aplikasi tersebut, macam hasil tes swab PCR dan sertifikat vaksin, bisa diketahui melalui nomor NIK saat membeli tiket.

“Sudah kami berlakukan di bandara, misalnya di bandara itu bahkan di tiket sudah kita integrasikan," jelas Setiaji.

Baca juga: Cara Dapat QR Code PeduliLindungi untuk Pelaku Usaha

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Kalau naik kereta api itu sudah tervalidasi pada saat pesan tiket, sehingga tanpa menggunakan handphone pun itu bisa diidentifikasi bahwa yang bersangkutan sudah memiliki vaksin dan ada hasil tesnya (PCR atau antigen),” tambah dia.

Sementara itu, bagi tempat yang tidak terintegrasi dengan aplikasi PeduliLindungi, masyarakat bisa memeriksanya secara mandiri di aplikasi PeduliLindungi.

Caranya dengan memasukkan NIK dan langsung muncul bahwa yang bersangkutan statusnya layak atau tidak untuk masuk ke tempat tersebut.

“Di PeduliLindungi itu sudah ada fitur untuk self-check. Jadi sebelum berangkat orang-orang bisa menggunakan self-check terhadap dirinya sendiri,” pungkas Setiaji.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.