Kata Kunci "Google" Diklaim Paling Populer di Mesin Pencari Bing

Kompas.com - 02/10/2021, 18:16 WIB
Logo Google di kantor Google Indonesia, Pacific Century Place SCBD Jakarta CONNEY STEPHANIE/KOMPAS.comLogo Google di kantor Google Indonesia, Pacific Century Place SCBD Jakarta

KOMPAS.com - Raksasa mesin pencari, Google, mengklaim bahwa kata kunci yang paling banyak dicari di layanan pesaingnya yakni Bing, adalah "Google". 

Klaim tersebut diutarakan Google saat menghadapi proses hukum di pengadilan Uni Eropa terkait tudingan monopoli.

Untuk memperkuat klaim tersebut pengacara Google, Alfonso Lamadrid, membawa sejumlah bukti yang diserahkan di pengadilan. Namun, tidak disebutkan secara rinci apa saja bukti tersebut.

Menurut Lamadrid, "Google" yang menjadi kata kunci paling banyak dicari di Bing menandakan bahwa orang-orang menggunakan mesin pencari Google bukan karena paksaan, melainkan kemauan mereka sendiri.

Baca juga: Huruf L di Logo Google Berwarna Hijau, Ternyata Ini Maksudnya

Sebagai informasi, Bing adalah mesin pencari di bawah bendera Microsoft yang hadir sejak 2009.

Uni Eropa sendiri menuding bahwa Google telah memanfaatkan kesuksesan Android dengan menjadikan Google sebagai mesin pencari default.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Atas tudingan tersebut, Google harus membayar denda sebesar 4,3 miliar Euro atau setara dengan Rp 71,2 triliun.

Kata kunci Google paling banyak dicari di Microsoft Bing9to5google.com Kata kunci Google paling banyak dicari di Microsoft Bing
Namun, Google berpendapat bahwa layanan mesin pencarinya memang memiliki ketenaran, sehingga tudingan yang dilayangkan tersebut tidaklah benar. Menurut Google, sistem operasi Android menciptakan lebih banyak pilihan bagi setiap orang.

Lebih lanjut, Alfonso mengatakan, sebuah survei menunjukkan bahwa 95 persen pengguna Android lebih memilih Google ketimbang layanan mesin pencari lain.

Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari 9to5mac, Sabtu (2/10/2021), pihak Google menyatakan akan mengajukan banding atas sanksi yang dijatuhkan ke raksasa Silicon Valley itu.

Sanksi denda yang diterima Google akibat menyalahi persaingan usaha seperti ini, bukanlah yang pertama, melainkan sudah berkali-kali.

Baca juga: Hasil Pencarian Google Search Tampilkan Lebih Banyak Foto

Pada Juni 2021 lalu, Google dijatuhi denda sebesar 220 juta Euro oleh pengawas persaingan usaha di Perancis (French Competition Authority, FCA), karena dinilai telah menyalahi regulasi persaingan usaha yang berkaitan dengan iklan online di Eropa.

Lalu di tahun 2019, Google sempat didenda sebesar 1,49 miliar Euro karena memblokir pengiklan pencarian online.

Sedangkan pada 2018, Google juga menerima rekor sanksi denda sebesar 4,34 miliar Euro, karena menggunakan sistem operasi Android untuk memblokir pesaingnya.

Kemudian pada 2017, Google dijatuhi denda 2,42 miliar Euro akibat menghalangi persaingan usaha dengan rivalnya yang bergerak di situs perbandingan harga belanja.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.