Moch S. Hendrowijono
Pengamat Telekomunikasi

Mantan wartawan Kompas yang mengikuti perkembangan dunia transportasi dan telekomunikasi.

kolom

Merger Telko Menguntungkan Semua

Kompas.com - 09/10/2021, 12:01 WIB
Menara BTS Telkomsel. Dok. TelkomselMenara BTS Telkomsel.

Regulasi menyangkut konsolidasi didukung UU Cipta Kerja, UU no 11 tahun 2020 dan Peraturan Pemerintah (PP) No 46 tahun 2021 tentang Postelsiar.

Ketakutan akan diambilnya spektrum frekuensi tidak akan terjadi, bahkan juga jika lebar spektrum yang dimilik operator hasil merger masih tidak imbang dengan spektrum milik Telkomsel yang pelanggannya yang 1,5 kali jumlah pelanggan Indosat + Tri.

Kelak bisa saja terjadi spektrum menjadi tidak relevan untuk dikhawatirkan, karena kedua operator merger saat ini juga gencar berekspansi, bisa signifikan berefek kepada jumlah pelanggan.

Ambil saja pelanggan Tri, yang 90 persen adalah pemuda, mahasiswa, kalangan milenial. Ketika pelanggan Tri bisa menerima telepon di NTT, Maluku, atau Papua yang di sana juga banyak milenial, pelajar dan mahasiswa, bukan tidak mungkin jumlah pelanggan Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) naik mendekati Telkomsel, tidak hanya 104 juta .

Menjadi catatan juga bagi IOH, mencontoh apa yang diberikan Tri kepada pelanggannya sehingga lebih 44 juta pelanggannya setia, perlu menambahkan segmen milenial di segmen-segmen pelanggan mereka. Tidak cukup hanya memasukkan (ex-)-pelanggan Tri ke dalam segmen Indosat IM-3, yang sebetulnya masih agak borjuis.

Semua bahagia

Ini juga akan jadi catatan bagi operator tersisa kalau ingin merger tetapi pendapatan per pelanggan (ARPU – average revenue per user) terancam menurun. Barangkali bisa dikompensasi dari pindahnya milenial yang masuk ke golongan pekerja/eksekutif.

Kemungkinan ini akan menjadi peringatan bagi operator lain, khususnya Telkomsel, karena jumlah pelanggan IOH akan makin mendekati jumlah pelanggan Telkomsel. Sudah jadi rahasia umum, tarif layanan Telkomsel paling mahal dibanding Indosat, atau XL Axiata.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Telkomsel boleh bilang layanan mereka lebih luas, lebih banyak dan lebih digital dibanding layanan operator lain.

Jangan salah, tarif bisa disesuaikan dengan segmen pelanggan. Ada yang premium, layaknya pesawat kelas full service seperti Garuda Indonesia, ada yang LCC (low cost carrier) seperti Citilink yang murah asal bisa kebawa terbang.

Bagaimanapun, merger kali ini bisa dikatakan membahagiakan semua orang, tidak hanya operator yang tidak ketir-ketir spektrumnya akan diambil pemerintah, tetapi pelanggan juga bahagia. Kalau selama ini pelanggan 3 atau Indosat punya dua kartu operator berbeda, kini cukup satu, Kuning saja, karena juga menyediakan layanan milenial.

Negara juga berbahagia, masuknya konglomerat dari Arab (Ooredoo) Qatar dan Hongkong/China, akan menambah kocek dari PNBP. Naiknya capex bisa berimbas ke pertumbuhan pendapatan UMKM, pajak dan sebagainya, yang datang dari satu perusahaan asing global dan besar. ***

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.