Melihat Sejarah Mouse Komputer, Berawal dari Kotak Kayu Beroda Besi

Kompas.com - 15/10/2021, 09:10 WIB
Surface Precision Mouse - Mouse teranyar Microsoft yang rilis Oktober 2017 Microsoft Surface Precision Mouse - Mouse teranyar Microsoft yang rilis Oktober 2017
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Tetikus, atau lebih dikenal dengan sebutan mouse, adalah suatu periferal yang bisa digunakan untuk memudahkan pengoperasian komputer (PC) dan laptop.

Dengan mouse, pengguna bisa dengan mudah "menyentuh" atau "menunjuk" berbagai elemen visual yang tampil di layar komputer, entah itu dokumen, menu, dan lain sebagainya, lewat bantuan kursor.

Jika melihat sejarahnya, kehadiran mouse tak lepas dari sosok teknisi komputer kenamaan bernama Douglas Engelbart.

Pada 1967 silam, ia mengajukan sebuah paten yang menampilkan cara kerja sebuah periferal komputer yang bisa menunjukkan indikator gerakan berdasarkan sumbu "X" (horisontal) dan "Y" (vertikal) di layar komputer.

Paten tersebut, yang tidak disertai dengan nama "mouse" sama sekali, lantas disetujui oleh kantor paten setempat tiga tahun setelah diajukan, tepatnya pada 1970.

Dokumen paten mouse generasi pertama yang diajukan Douglas Engelbart.Computerhistory.com Dokumen paten mouse generasi pertama yang diajukan Douglas Engelbart.

Dalam dokumen tersebut, tercantum bahwa periferal mouse generasi yang paling pertama mengandalkan dua buah komponen roda berbahan besi, yang masing-masing bisa bergerak hanya ke satu arah, yaitu ke atas dan ke bawah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun model mouse pertama dibuat oleh rekan Engelbart, Bill English dan mengusung bentuk kotak yang dihiasi dengan cangkang berbahan dasar kayu.

Di dalamnya, terdapat dua roda besi yang masing-masing hanya bisa bergeser ke dua arah tadi, untuk menerima input gesekan yang bakal ditransmisikan ke layar.

Baca juga: Kursor Mouse Dulunya Tegak Lurus, Ini Alasannya Kini Jadi Miring

Mengapa disebut mouse?

Engelbart sejatinya tak menjuluki penemuannya itu dengan nama "mouse". Menurut dia, periferal itu disebut demikian karena orang-orang melihat bentuknya memang seperti tikus, bahasa Indonesia dari kata "mouse" itu sendiri.

"Tidak ada satupun yang ingat (siapa yang memberi nama). Tampilannya memang sekilas mirip tikus karena ada buntutnya, dan karena mirip, kami menyebut periferal tersebut dengan nama itu," ujar Engelbart, dikutip KompasTekno dari ComputerHistory.org, Jumat (15/10/2021).

Mouse komputer pertama yang ditemukan Douglas Engelbart. Dinamai mouse karena disebut mirip tikus dan ekornya.Jinho Jung/WIKIMEDIA COMMONS Mouse komputer pertama yang ditemukan Douglas Engelbart. Dinamai mouse karena disebut mirip tikus dan ekornya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.