Instagram Khawatir Pengguna Remaja Pindah ke Media Sosial Lain?

Kompas.com - 21/10/2021, 08:35 WIB
ilustrasi Instagram user CNETilustrasi Instagram user

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, The Wall Street Journal (WSJ) mempublikasikan laporan yang mengatakan bahwa Facebook sejatinya tahu jika Instagram berdampak buruk dan berbahaya (toxic) bagi remaja, terutama perempuan muda.

Informasi itu didapat dari seorang pembisik (whistleblower) yakni mantan Product Engineer Facebook, bernama Frances Haugen yang sempat membuat heboh lantaran sengaja membocorkan ribuan lembar data internal Facebook.

Namun tudingan itu ditepis Facebook yang menyebut bahwa data yang dipublikasikan "tidak akurat". Kini, sebuah laporan lain yang dipublikasikan The New York Times menyebut bahwa Instagram khawatir kehilangan pengguna remaja.

Baca juga: Mantan Karyawan Ungkap Facebook Utamakan Profit ketimbang Keamanan Pengguna

Laporan itu menyebut dalam sebuah presentasi di tahun 2018, Instagram khawatir pengguna remaja berpaling ke media sosial pesaing. Kekhawatiran itu disebut mereka sebagai "ancaman eksistensial". Tapi di tahun 2020, kekhawatiran itu semakin kuat.

"Apabila kami kehilangan pijakan di pengguna remaja di Amerika Serikat, maka kami akan kehilangan lini yang potensial," begitu tulisan dalam sebuah memo strategi Instagram tertanggal bulan Oktober 2020.

Memo itu disebut menjadi patokan untuk strategi Instagram di tahun ini. Di tahun 2018, Instagram diklaim mengalokasikan hampir seluruh anggaran pemasaran global tahunannya untuk "mengamankan" pangsa remaja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tidak disebutkan angka pasti anggaran tersebut, tapi menurut informasi yang beredar, anggaran pemasaran global tahunan Instagram tahun ini mencapai 390 juta dollar AS (sekitar Rp 5,5 triliun).

Strategi itu diwujudkan melalui iklan digital besar-besaran, menurut bocoran dokumen perencanaan serta sumber yang disebut sebagai orang-orang yang terlibat di dalamnya.

Namun, dihimpun KompasTekno dari Indian Express, Kamis (21/10/2021), laporan tersebut dibantah oleh Liza Crenshaw, juru bicara Facebook.

Baca juga: Instagram Bakal Bilang-bilang Dulu kalau Down

"Tidak benar jika kami memfokuskan seluruh anggaran pemasaran untuk remaja, kami telah mengatakan berulang kali bahwa remaja adalah salah satu komunitas terpenting kami karena mereka menemukan dan menyebarkan tren lebih awal," jelas Crenshaw.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.