Kompas.com - 23/10/2021, 09:25 WIB

"Sebenernya tidak ada masalah mau dikejar sampe 35 persen. Pihak pabrik pernah cerita bahwa kita pernah tembus 36 persen bahkan. Jadi nggak ada masalah berarti, apalagi manufaktur sendiri," ungkap Aryo.

Baca juga: TKDN Naik Jadi 35 Persen, Bagaimana Nasib Ponsel yang Sudah Beredar?

Vendor yang tidak punya pabrik sendiri

Aryo juga mengatakan, kenaikan nilai TKDN ini kemungkinan akan berpengaruh pada vendor-vendor yang mengandalkan perusahaan perakitan smartphone, misalnya seperti Sat Nusapersada di Batam.

Pasalnya, vendor tersebut harus mengikuti kebijakan yang berlaku di Sat Nusa yang memproduksi beberapa brand smartphone.

"Ya karena manufaktur apapun bisa dikejar sih, lebih leluasa kan dijalankan sendiri, kalo yang lain mungkin kan kebijakannya mengikuti manufaktur yang memproduksi, misalkan Satnusa kan banyak produksi merek," imbuh Aryo.

"Nah, kebijakan persentase TKDN ini kan mengikuti Satnusa. Kalo kita (Oppo) tinggal menyesuaikan, mau ambil jalur mana kita yang memutuskan. Kita yang bisa langsung milih apa yang harus ditempuh," lanjut Aryo.

Terkait aspek apa yang lebih mudah dipenuhi untuk mencapai nilai TKDN minimal 35 persen ini, Oppo dan Vivo mengatakan bahwa hal itu akan disesuaikan baik dari segi hardware maupun software.

"Tergantung besar kecilnya skala vendor itu, kalo kita (Oppo) hardware masih bisa dijangkau, software lebih mudah lagi," jelas Aryo.

"Pemenuhan TKDN 35 persen kami upayakan dapat tercapai dengan dukungan komponen lokal baik hardware ataupun software," tutur Edy Kusuma.

Menurut Oppo, peningkatan nilai TKDN ini kemungkinan juga akan mempengaruhi harga jual smartphone, khususnya merek yang cakupan pasarnya kecil.

"Nah, kembali ditanyakan ke brand yang memang pasarnya kecil, karena volume produksi mereka cenderung sedikit, di Oppo gak ada isu ini," jelas Aryo.

Baca juga: Aturan TKDN 35 Persen Rugikan Pengguna Ponsel Murah?

Di sisi lain, Samsung Indonesia mengklaim bahwa beberapa produk buatannya telah memenuhi standar TKDN terbaru yaitu sebesar 35 persen.

"Seluruh produk Samsung selalu kami pastikan telah mematuhi peraturan TKDN terbaru (35 pesen), beberapa diantaranya seperti Galaxy Z Series (47 persen), Galaxy A22 (38,3 persen), Galaxy A22 5G (35,7 persen), dan Galaxy M62 (35,5 persen)," pungkas Selvia (Samsung Indonesia).

Baca juga: TKDN Galaxy Z Fold3 dan Z Flip3 49 Persen Meski Tidak Dirakit di Indonesia

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.