Facebook Matikan Mesin Pengenal Wajah, Ini Dampaknya bagi Pengguna

Kompas.com - 03/11/2021, 11:03 WIB
Ilustrasi logo Meta dan Facebook. CHRIS DELMAS via BBC INDONESIAIlustrasi logo Meta dan Facebook.

KOMPAS.com - Meta, perusahaan induk Facebook yang baru, mengumumkan bakal menghapus teknologi face recognition ini dari Facebook. Teknologi ini dipakai untuk fitur auto-tagging foto dan video di Facebook.

Selain menyetop mesin pengenal wajah, Facebook juga akan menghapus lebih dari 1 miliar template data pengenalan wajah pengguna Facebook dari sistem.

"Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan mematikan sistem pengenalan wajah di Facebook sebagai bagian dari langkah perusahaan membatasi penggunaan pengenalan wajah di produk kami," kata VP Artificial Intelligence Facebook, Jerome Pesenti di laman resmi Meta.

Baca juga: Fitur Tag Foto Bikin Facebook Didenda Miliaran Rupiah

Pesenti juga menjelaskan, penghentian mesin pengenal wajah Facebook ini juga akan berdampak pada pengguna Facebook yang mengaktifkan fitur ini.

Berikut adalah dampak penghentian teknologi pengenal wajah Facebook bagi pengguna:

  • Facebook tidak akan lagi mengenali pengguna secara otomatis jika muncul di foto, video, atau memori.
  • Pengguna tidak dapat lagi mengaktifkan face recognition untuk keperluan menandai (tagging) teman secara otomatis dalam foto atau video yang ada di Facebook.
  • Pengguna yang mengaktifkan teknologi pengenal wajah di Facebook juga tidak akan lagi mendapatkan notifikasi bila temannya mengunggah foto dirinya.
  • Fitur teks alternatif otomatis (Automatic Alt Text/AAT) tidak akan lagi mengindentifikasi siapa saja yang ada di dalam foto. AAT adalah teknologi yang digunakan Facebook untuk membuat deskripsi foto bagi penyandang tunanetra.

Baca juga: Cara Mematikan Pengenal Wajah di Facebook untuk Menjaga Privasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"AAT saat ini mengidentifikasi orang di sekitar 4 persen foto. Setelah perubahan, AAT masih dapat mengenali 'jumlah' orang yang ada di dalam foto, tetapi tidak akan lagi berusaha mengidentifikasi 'siapa saja' orang itu," kata Pesenti.

Kelima, jika pengguna mengaktifkan teknologi face recognition, maka Facebook bakal menghapus template yang digunakan untuk mengidentifikasi pengguna.

Pro-kontra

Teknologi pengenal wajah Facebook ini memang sudah menuai pro-kontra sejak diperkenalkan pada 2010 lalu.

Meski Facebook mengklaim hanya menggunakan face recognition di situsnya sendiri, dan tidak menjual teknologinya itu kepada pihak ketiga, namun pengenalan wajah di Facebook tetap mendatangkan banyak keluhan.

Baca juga: Instagram Dituntut karena Kumpulkan Data Wajah Pengguna Tanpa Izin

Komisi Perdagangan Federal (FTC) AS mendenda Facebook dengan rekor denda 5 miliar dollar AS untuk menyelesaikan keluhan privasi yang ditujukan pada perusahaan pada 2019. Salah satu keluhannya ialah soal teknologi face recognition tersebut.

Tahun lalu, Facebook juga setuju untuk membayar denda 650 juta dollar AS untuk menyelesaikan gugatan di negara bagian Illinois, AS.

Gugatan tersebut menuduh Facebook melanggar undang-undang negara bagian yang mengharuskan adanya persetujuan dari penduduk untuk menggunakan informasi biometrik mereka, termasuk "geometri wajah" mereka.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.