Pembocor Dokumen Facebook Desak Mark Zuckerberg Mundur dari Jabatan

Kompas.com - 04/11/2021, 09:03 WIB
Ilustrasi CEO Meta Mark Zuckerberg (kiri) dan whistleblower Facebook Frances Haugen (kanan). Getty Images/ Matt McClain-Pool, AP/ Andrew HarnikIlustrasi CEO Meta Mark Zuckerberg (kiri) dan whistleblower Facebook Frances Haugen (kanan).

KOMPAS.com - Belakangan ini, nama Frances Haugen mendadak beken di internet. Ia adalah mantan karyawan Facebook yang memutuskan untuk menjadi whistleblower atau pelapor tindak pidana, dan membocorkan dokumen internal perusahaan.

Haugen membocorkan ribuan lembar dokumen rahasia perusahaan kepada Komisi Sekurtas dan Bursa (SEC) setempat, penegak hukum, dan outlet media Wall Street Journal.

Setelah membocorkan dokumen internal Facebook pada awal Oktober lalu, Haugen kini meminta Mark Zuckerberg selaku CEO Facebook (sekarang CEO Meta) untuk hengkang dari bangku kepemimpinan.

"Saya pikir, Facebook akan jadi platform jejaring sosial yang lebih kuat dengan adanya pemimpin baru yang mau fokus pada keselamatan penggunanya. Jadi ya, (Zuckerberg harus resign dari CEO Meta)," kata Haugen.

Baca juga: Ganti Nama Jadi Meta, Facebook Tetap Punya Masalah yang Sama

Ia menambahkan, terlepas dari upaya dan janji perusahaan untuk memperbaiki citra karena skandal dokumen internal yang bocor itu, Facebook masih akan menjadi perusahaan jejaring sosial yang "sama saja" bila tidak ada perombakan di level pimpinan.

"Mungkin ini adalah kesempatan bagi orang lain untuk mengambil alih kendali," pungkas dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Zuckerberg sendiri mengemban peran ganda selama 17 tahun di Facebook. Menurut Haugen, Zuck memegang 54 persen saham voting di Facebook.

Sebagai pemilik saham mayoritas, ia merangkap jabatan sebagai chairman (ketua dewan), co-founder (pendiri), sekaligus CEO Facebook.

Dengan begitu, menurut Haugen, hampir tidak mungkin bagi investor Facebook lainnya untuk melarang atau meminta pertanggungjawaban Zuck.

"Jadi saya pikir, kecil kemungkinan perusahaan akan berubah jika dia tetap menjadi CEO," kata Haugen, sebagaimana dikutip KompasTekno dari Business Insider, Kamis (4/11/2021).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.