Kompas.com - 08/11/2021, 18:03 WIB
Ilustrasi merger Indosat Ooredoo dengan Hutchison Tri Indonesia. KOMPAS.com/Reska K. NistantoIlustrasi merger Indosat Ooredoo dengan Hutchison Tri Indonesia.

KOMPAS.com - Pertengahan bulan September, PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo) dan PT Hutchison 3 Indonesia (Tri) resmi mengumumkan kesepakatan merger dengan nilai transaksi 6 miliar dollar AS, atau lebih dari Rp 85 triliun.

Entitas gabungan kedua perusahaan operator seluler Indonesia tersebut bernama PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (“Indosat Ooredoo Hutchison”).

Lebih kurang dua bulan sejak pengumuman, penggabungan dua operator seluler Indonesia itu akhirnya resmi direstui oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Hal ini ditandai dengan diserahkannya surat persetujuan prinsip penggabungan oleh Kemenkominfo pada Senin (8/11/2021).

Baca juga: Indosat dan Tri Merger, Ini Nama Baru Perusahaan

"Persetujuan prinsip penggabungan (Indosat Ooredo dan Tri) ini telah ditandatangani oleh Pak Menteri Kominfo (Johnny G. Plate) pada hari Jumat tanggal 5 November 2021. Surat tersebut kami serahkan pada hari ini," kata Dirjen SDPPI Kominfo, Ismail dalam sebuah konferensi pers, Senin sore.

Ismail mengatakan pihak Kemenkominfo menerima surat permohonan penggabungan dari pihak Indosat Ooredoo dan Tri pada tanggal 20 september 2021. Ia melanjutkan, surat persetujuan ini dikeluarkan setelah Kemenkominfo melakukan evaluasi terhadap surat permohonan tersebut.

"Berdasarkan hasil evaluasi, tim evaluasi merekomendasikan kepada Menkominfo untuk dapat menyetujui permohonan dan memberikan persetujuan prinsip penggabungan dua perusahaan itu," kata Ismail.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Merger Indosat-Tri: Paket dan Layanan Tidak Berubah

Ismail menambahkan, persetujuan prinsip penggabungan penyelanggaraan telekomunikasi Indosat Ooredoo dan Tri ini tetap memperhatikan tiga hal sebagai berikut:

  • Prinsip perlindungan konsumen
  • Nenjaga persaingan usaha yang sehat
  • Tidak melakukan praktek usaha yang diskriminatif.

Ismail menjelaskan, persetujuan persetujuan prinsip penggabungan ini juga dikeluarkan dengan sejumlah syarat yang harus dipenuhi oleh perusahaan gabungan, Indosat Ooredoo Hutchison, salah satunya adalah pengembalian sejumlah pita frekuensi radio milik perusahaan gabungan kepada negara.

Diklaim jadi operator seluler kedua terbesar di Indonesia

Saat mengumumkan merger pada September lalu, Indosat Ooredoo Hutchison, entitas gabungan Indosat Ooredoo dan Tri, diklaim menjadi operator seluler terbesar kedua di Indonesia setelah Telkomsel, dengan perkiraan pendapatan tahunan (revenue) 3 miliar dollar AS (Rp 42,8 triliun).

Penggabungan Indosat Ooredoo dan Tri diharapkan akan menyatukan dua bisnis yang saling melengkapi untuk menciptakan sebuah perusahaan telekomunikasi digital dan internet yang lebih besar dan lebih kuat secara komersial.

Baca juga: Merger Indosat-Tri Lahirkan Operator Seluler Terbesar Kedua Indonesia?

Selain itu, penggabungan kedua perusahaan diharapkan dapat memberikan nilai tambah kepada seluruh pemegang saham, pelanggan, dan masyarakat Indonesia.

Lewat merger ini, Indosat Ooredoo Hutchison akan dapat memanfaatkan pengalaman dan keahlian Ooredoo Group dan CK Hutchison dalam hal jaringan, teknologi, produk, serta layanan.

Sebelumnya, Menteri Kominfo Johnny G.Plate juga menyambut baik merger antara Indosat Ooredoo dan Hutchison Tri. Ia mengatakan bahwa penggabungan kedua operator seluler bisa mendorong efisiensi industri telekomunikasi dan mempercepat transformasi digital di Indonesia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.