Kompas.com - 12/11/2021, 12:33 WIB
Ilustrasi GoTo, perusahaan baru hasil merger antara Gojek dengan Tokopedia GoToIlustrasi GoTo, perusahaan baru hasil merger antara Gojek dengan Tokopedia

KOMPAS.com - GoTo, perusahaan hasil merger Gojek dan Tokopedia mengantongi dana sebesar 1,3 miliar atau sekitar Rp 18,5 triliun dalam penutupan pertama penggalangan dana pra-IPO.

Kucuran dana tersebut disuntik oleh beberapa investor lama dan baru, termasuk anak perusahaan Abu Dhabi Investment Authority (ADIA), Avanda Investment Management, Fidelity International, Google, Permodalan Nasional Berhad (PNB), Primavera Capital Group, SeaTown Master Fund, Temasek, Tencent, dan Ward Ferry.

Dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Jumat (12/11/2021), pihak GoTo menjelaskan, dana tersebut akan digunakan untuk mengembangkan ekosistem, memperkuat posisi sebagai pemimpin pasar di kawasan, dan melayani pelanggan dengan lebih baik.

GoTo juga berencana untuk melanjutkan upaya menumbuhkan jumlah pelanggan, perluasan jasa pembayaran dan penawaran layanan keuangan, serta mendorong pemanfaatan armada transportasi dan jaringan logistik terintegrasi.

Baca juga: Merunut Polemik Merek GoTo yang Membuat Gojek-Tokopedia Digugat Rp 2 Triliun

"Indonesia dan Asia Tenggara adalah kedua pasar dengan prospek pertumbuhan yang paling menjanjikan di dunia, dan dukungan yang kami peroleh menunjukkan kepercayaan yang dimiliki investor terhadap ekonomi digital yang berkembang pesat di kawasan ini serta posisi kami sebagai pemimpin pasar,” kata Andre Soelistyo, CEO Grup GoTo.

Andre menambahkan, pertumbuhan adopsi digital yang membawa pengguna beralih ke jalur online turut mendorong meningkatknya permintaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Akibatnya, permintaan akan layanan kami terus meningkat, dilandasi dengan komitmen kami untuk terus memberikan pilihan, nilai, serta kenyamanan kepada seluruh pelanggan di ekosistem kami," imuh Andre.

Pandangan yang sama disampaikan oleh Michael Woo, Managing Director Primavera Capital Group yang berbasis di Singapura. Woo mengatakan, Indonesia memiliki peluang pertumbuhan yang besar.

Senada dengan Woo dan Andre, Steven Chua, Deputy CIO di Seatown Master Fund juga mengatakan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan di wilayah Asia Tenggara menjadi fokus investasi utama perusahaannya.

"Kami telah menjadi investor di Gojek selama beberapa tahun, dan berharap dapat melanjutkan perjalanan kami dengan Grup GoTo yang semakin besar seiring perusahaan memasuki fase pertumbuhan berikutnya," jelas Chua.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.