Kompas.com - 16/11/2021, 07:03 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China masih berlanjut. Presiden AS, Joe Biden, baru-baru ini mengesahkan aturan yang membuat Huawei, ZTE dkk makin merana.

Joe Biden menandatangani undang-undang (UU) yang mencegah perusahaan teknologi seperti Huawei dan ZTE, mendapat lisensi peralatan terbaru dari regulator telekomunikasi AS, Federal Communications Commission (FCC). 

Regulasi tersebut, membuat FCC tak lagi harus mengulas atau menyetujui permohonan apapun yang menimbulkan risiko terhadap keamanan nasional.

UU yang dinamai Secure Equipment Act tersebut juga telah mendapat persetujuan para Senat AS pada 28 Oktober lalu, dan sekitar satu bulan sebelumnya oleh DPR AS dengan sistem hasil voting mencapai 420-4 (mayoritas setuju).

Baca juga: Warga Negara Eropa Ini Dilarang Beli Ponsel Xiaomi dan Huawei

Adapun perusahaan China yang dilibatkan dalam peraturan ini adalah mereka yang dianggap sebagai ancaman keamanan AS seperti Huawei, ZTE, Hikvision, dkk.

Aturan ini ditandatangani beberapa hari sebelum Joe Biden dan pemimpin China Xi Jinping melakukan pertemuan virtual.

Lahirnya undang-undang ini akan membuat perusahaan teknologi dan telekomunikas asal China akan kesulitan masuk Amerika Serikat.

Menurut seorang komisioner FCC, Brendan Carr, UU ini akan mempermudah pemerintah AS mengamankan negaranya dari berbagai barang atau komponen China yang mencurigakan.

"Aturan ini akan membantu untuk memastikan bahwa peralatan atau komponen yang tergolong tidak aman, dari perusahaan seperti Huawei dan ZTE, tidak dapat lagi masuk ke dalam jaringan komunikasi AS," kata Carr dikutip KompasTekno dari Reuters, Selasa (16/11/2021).

Permintaan FCC

Sebelumnya, pada Maret lalu, FCC sempat mengumumkan lima perusahaan yang berpotensi mengancam keamanan pada jaringan komunikasi AS.

Kelima perusahaan tersebut mencakup Huawei, ZTE, Hytera Communications, Hangzhou Hikvision Digital Technologi, dan Zhejiang Dahua Technology.

Kemudian pada Juni, FCC berharap adanya percepatan terkait aturan untuk melarangan pemberian lisensi komponen atau alat komunikasi yang berasal dari China.

Dengan aturan tersebut, FCC juga bisa mencabut kembali lisensi yang sebelumnya telah diberikan ke perusahaan-perusahaan China yang dianggap berbahaya, sehingga mereka tak lagi menjadi ancaman AS.

Baca juga: Setelah Huawei, Pemerintah AS Incar Honor untuk Di-blacklist

Bulan lalu, FCC juga mencabut izin operasi anak perusahaan China Telecom yang berbasis di AS untuk beroperasi di Amerika Serikat, dengan alasan masalah keamanan nasional.

"AS masih menekan China dengan memanfaatkan kekuatannya, dan menganggap (China) sebagai ancaman keamanan nasional, meski mereka tidak memiliki satupun bukti terkait hal tersebut," ujar juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian pada Juni lalu.

Sementara itu, Huawei, salah satu perusahaan yang dianggap berbahaya, menyebut aturan tadi "menyesatkan dan tidak penting".

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber Reuters


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.