Cerita Menko Luhut Pantau Mobilitas Warga Indonesia lewat Google dan Facebook

Kompas.com - 17/11/2021, 08:02 WIB
Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual dalam pembukaan UKM Jabar Paten, Jakarta, Sabtu (3/4/2021). Dokumentasi Humas Kemenko MarvesMenko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memberikan sambutan secara virtual dalam pembukaan UKM Jabar Paten, Jakarta, Sabtu (3/4/2021).

KOMPAS.com - Setelah sempat mengalami lonjakan yang signifikan pada bulan Juli, kasus baru Covid-19 terbilang melandai pada November 2021 ini.

Terkait hal ini, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) sekaligus Koordinator Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, Luhut Binsar Pandjaitan mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap waspada.

Luhut juga meminta masyarakat untuk tidak menggampangkan kebijakan PPKM yang diterapkan oleh pemerintah. Sebab, peraturan ini dibuat dengan pendekatan ilmiah dengan parameter data dari Facebook hingga Google.

Baca juga: PPKM Level 4, Tingkat Kerumunan di Pemukiman Meningkat

"Jadi, jangan bapak/ibu pikir, kami memberlakukan (PPKM Darurat) kemarin pakai 'agak-agak', tidak. Semua scientific approach," kata Luhut saat berbicara di acara UMKM Toba Vaganza yang disiarkan secara daring di YouTube Otoritas Jasa Keuangan (OJK), baru-baru ini.

Luhut menceritakan, pemerintah menggunakan beberapa alat (tools) yang digunakan untuk memantau mobilitas masyarakat, baik ditingkat kecamatan hingga provinsi.

Adapun tools itu adalah Facebook Mobility, Google Traffic, dan Night Light dari NASA.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Dari itu semua, kami punya data dan bisa membuat judgement (pertimbangan kebijakan)," kata Luhut.

Tangkapan layar Laporan Mobilitas Masyarakat yang dihimpun Google, merinci pergerakan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.Google Traffic Tangkapan layar Laporan Mobilitas Masyarakat yang dihimpun Google, merinci pergerakan masyarakat di beberapa daerah di Indonesia.
Selanjutnya, data mobilitas masyarakat Indonesia itu dianalisis dan dibuat modelling untuk menekan pergerakan masyarakat, demi mencegah penularan Covid-19.

"Dari situ kami tahu, titik mana yang harus kami intervensi. Sehingga saya dengan cepat bisa membuat proses pengambilan keputusan (misalnya memberlakukan PPKM Darurat Level 1-4)," kata Luhut.

Baca juga: Ini Bukti Orang Indonesia Jarang Keluar Rumah Selama PPKM

Ia mengimbau agar masyarakat Indonesia tetap disiplin protokol kesehatan dan waspada, agar lonjakan kasus Covid-19 seperti bulan Juli lalu tidak terulangi lagi.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.