Bukan 5G, Ini Alasan Oppo Luncurkan A95 Versi 4G di Indonesia

Kompas.com - 18/11/2021, 18:06 WIB
Oppo A95 dijual di Indonesia seharga Rp 4 juta. Ponsel ini hadir dalam pilihan warna Glowing Rainbow Silver (kiri) dan Glowing Starry Black (kanan). Oppo IndonesiaOppo A95 dijual di Indonesia seharga Rp 4 juta. Ponsel ini hadir dalam pilihan warna Glowing Rainbow Silver (kiri) dan Glowing Starry Black (kanan).

KOMPAS.com - Oppo akhirnya resmi memboyong smartphone Oppo A95 ke pasar Indonesia, pada hari ini, Kamis (18/11/2021). Sebelum hadir di Indonesia, Oppo A95 sudah lebih dulu di pasarkan di negara asalnya, China, pada April 2021 lalu.

Namun, di China, Oppo A95 diluncurkan dengan dukungan pada konektivitas 5G. Sementara Oppo A95 yang dipasarkan di Indonesia tidak menyertakan dukungan 5G, alias mentok di jaringan 4G LTE.

PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto mengatakan ada dua pertimbangan yang membuat Oppo akhirnya memasarkan Oppo A95 versi 4G di Indonesia, bukan 5G.

Pertimbangan pertama ialah soal ketersediaan jaringan 5G yang belum merata.

Baca juga: 5 Fitur Unggulan Oppo A95, Baru Rilis di Indonesia

"Karena 5G belum merata, akhirnya konsumen kami tipikalnya menggunakan 4G, makanya kami menggunakan prosesor Snapdragon 662 yang sudah teruji," kata Aryo dalam acara peluncuran Oppo A95 di Jakarta Selatan, Kamis siang.

Menurut Aryo, perangkat Oppo A95 diciptakan untuk konsumen Indonesia, bukan hanya konsumen Pulau Jawa-Bali saja yang notabene memiliki titik layanan 5G yang jauh lebih banyak ketimbang pulau lainnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Bila "memaksakan" memasarkan versi 5G, kata Aryo, ini tak sejalan dengan tujuan memboyong Oppo A95 ke Indonesia, yakni menjaring konsumen di seluruh wilayah Tanah Air.

Pertimbangan kedua adalah harga. Bila Oppo memaksakan memasarkan Oppo A95 dalam versi 5G, maka prosesor yang digunakan pun harus prosesor 5G yang notabene harganya lebih mahal dari prosesor 4G.

Karena prosesornya lebih mahal, harga jual perangkat pun akan ikut lebih mahal pula. Ini kemungkinan, kata Aryo, dapat memantik rasa protes dari konsumen yang belum terjangkau layanan 5G.

"Ini tidak adil buat konsumen. Konsumen di luar Pulau Jawa-Bali, misalnya di Kalimantan, Ambon, dan NTT. Mereka tidak (belum) bisa menikmati layanan 5G, tapi mereka harus membeli perangkat dengan prosesor 5G yang jauh lebih mahal," kata Aryo.

Baca juga: Oppo A95 5G Resmi Meluncur, Harga Rp 4 Jutaan

Ia menambahakan, sebenarnya Oppo sudah siap memasarkan smartphone dengan dukungan konektivitas 5G. Hanya saja, kata Aryo, ini bukan soal Oppo semata tapi juga kesiapan ekosistem di mana ada pemerintah, operator seluler, dan vendor smartphone (seperti Oppo) di dalamnya.

"Kalo dari pemerintah sudah ada peraturan, penyedia jaringan sudah memperluas jaringannya, kami sih siap-siap saja (memasarkan ponsel 5G)," kata Aryo.

"Cuman, kalau kami paksakan sekarang mendatangkan perangkat 5G, yang beli siapa? Itu dia," imbuh dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.