Kompas.com - 26/11/2021, 14:02 WIB

Selain penyedia layanan, Pratama juga mengimbau konsumen untuk lebih cermat dan waspada. Sebisa mungkin, pengguna mencocokan wajah, motor, dan plat nomor kendaraan yang digunakan mitra terlebih dulu saat menggunakan layanan.

Baca juga: Soal Kurir Gelapkan MacBook Rp 67 Juta, Ini Tanggapan Gojek

Bila berbeda, pengguna bisa melaporkan ke penyedia layanan atau membatalkan pemesanan atau pengiriman barang.

"Lalu juga jangan lupa tambahkan asuransi agar barang diganti, maksimal sampai 100 juta rupiah," imbuh Pratama, meskipun menurutnya proses pengurusan asuransi cukup rumit dan memakan waktu lama.

Kasus verifikasi muka dengan topeng sudah lama viral

Pratama menjelaskan, sebenarnya kasus verifikasi akun mitra Gojek yang mudah dikelabuhi oleh topeng 3D sudah viral sejak September. Bahkan, menurut Pratama, sudah banyak yang menjual topeng 3D di berbagai marketpalce.

Walaupun beberapa di antaranya sudah diblokir oelh marketplace karena dianggap melanggar kebijakan produk yang dijual.

"Pihak Gojek sudah melakukan konfirmasi di bulan September tersebut, namun buktinya verifikasi dengan topeng 3D masih berlangsung dan para pelakunya beberapa menggunakan untuk melakukan penggelapan barang mahal yang dikirim lewat GoSend," jelas Pratama.

Sementara itu, pihak Gojek mengatakan penerapan fitur verifikasi wajah bertujuan untuk mencegah adanya tindakan penyalahgunaan akun mitra driver. Fitur ini sudah diperkenalkan Gojek sejak tahun 2020.

Baca juga: Login WhatsApp Web Harus Scan Wajah atau Sidik Jari, Amankah?

Pihak Gojek menuturkan pihaknya akan terus mengembangkan dan memeperkuat keamanan fitur verifikasi wajah.

"Fitur ini terus kami kembangkan dan perkuat sehingga temuan pelanggaran di aplikasi, akan diproses melalui jalur hukum, seperti yang terjadi pada kasus ini," jelas Rubi W. Purnomo, SVP Corporate Affairs Gojek dalam keterangan resmi yang diterima KompasTekno, Kamis (25/11/2021).

Rubi juga menatakan Gojek akan mempertegas para mitra yang terbukti melanggar tata tertib.
Termasuk menggunakan akun yang bukan miliknya.

"Kami juga terus mengedukasi mitra driver mengenai Tartibjek - Tata Tertib Gojek yang salah satu poinnya membahas larangan dan sanksi terhadap ancaman keamanan, termasuk penggunaan akun yang didaftarkan atas nama orang lain, memperjual-belikan akun maupun bentuk penyalahgunaan akun lainnya," kata Rubi.

"Bila mitra kami terbukti bersalah, kami akan memberikan sanksi sesuai kebijakan yang berlaku, yaitu putus mitra," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.