Twitter Rombak Cara Lapor Tweet Bermasalah agar Lebih Jelas

Kompas.com - 09/12/2021, 12:14 WIB

KOMPAS.com - Twitter bakal merombak cara pengguna dalam melaporkan tweet (report tweet) yang dianggap bermasalah atau melanggar kebijakan Twitter.

Perombakan ini disebut bakal membuat proses pelaporan tweet jadi lebih bermakna. Di samping itu, skema report tweet yang baru ini diharapkan dapat memberikan gambaran atau informasi yang lebih kaya dari tweet yang dilaporkan pengguna.

Terkait hal ini, Twitter dilaporkan tengah melakukan uji coba sebuah skema report tweet baru pada sekelompok kecil pengguna asal Amerika Serikat.

Dalam gambar yang dibagikan, Twitter terlihat menyiapkan antarmuka jendela report tweet yang baru. 

Baca juga: Kebijakan Baru Twitter, Pengguna Dilarang Unggah Foto Tanpa Seizin Pemilik

Antarmuka fitur report tweet yang baru

Perbedaan yang paling kentara, jendela report baru kini terdiri dari beberapa proses, termasuk gathering info (penghimpunan informasi) dan validate (validasi laporan). Proses ini sendiri belum ada di antarmuka pelaporan tweet yang ada saat ini.

Pada proses pengumpulan informasi, Twitter menyiapkan tiga pertanyaan. Tiga pertanyaan ini agaknya yang bakal membuat Twitter bisa mendapatkan informasi yang lebih kaya dari penggunanya terkait tweet yang dilaporkan bermasalah.

Pertanyaan pertama dalam proses pengumpulan informasi ini adalah soal peruntukan laporan tersebut dibuat. Pengguna bisa mengajukan laporan untuk satu atau lebih pihak dalam empat kategori yang tersedia, yaitu:

  • Myself (apabila tweet dianggap berpotensi memengaruhi pribadi pengguna itu sendiri)
  • Someone else (tweet dianggap memengaruhi orang lain)
  • A specific group of people (tweet dianggap berpotensi memengaruhi kelompok grup tertentu, misalnya kelompok ras atau agama tertentu)
  • Everyone on Twitter (tweet dianggap berpotensi memengaruhi seluruh pengguna Twitter)

Antarmuka report tweet dengan skema baru.Twitter via TechCrunch Antarmuka report tweet dengan skema baru.
Pada pertanyaan kedua, pengguna dapat memilih potensi masalah/pelanggaran kebijakan Twitter dari tweet yang dilaporkan. Yang menarik, potensi masalah ini kini dilengkapi dengan deskripsi singkat. Sebelumnya, Twitter tidak melakukannya.

Pertanyaan ketiga di proses pengumpulan informasi, pengguna diminta untuk memerinci bagaimana tweet tersebut bisa dianggap pengguna bermasalah atau melanggar aturan kebijakan Twitter.

Ada beberapa opsi yang disediakan Twitter terkait dengan potensi masalah yang dilaporkan. Pengguna tinggal mencentang opsi yang paling cocok menurutnya.

Setelah proses pengumpulan informasi selesai, pengguna masuk ke proses validasi laporan. Di bagian ini, Twitter akan secara otomatis menyimpulkan kebijakan Twitter yang mungkin dilanggar oleh tweet yang dilaporkan ini, berdasarkan tiga pertanyaan di proses pengumpulan informasi sebelumnya.

Bila pengguna merasa kesimpulan aturan yang berpotensi dilanggar tweet tersebut sudah cocok, pengguna tinggal melanjutkan proses validasi laporan dengan klik "Yes, continue report".

Bila dirasa kesimpulan yang diberikan Twitter belum cocok, pengguna bisa memilih aturan Twitter lain yang mungkin dinilai lebih cocok pada tweet yang bermasalah tersebut.

Baca juga: Hari AIDS Sedunia, Twitter Luncurkan Notifikasi Khusus HIV di Indonesia

Hindari laporan tak jelas

Selama ini, pengguna sebenarnya bisa melaporkan tweet yang dianggap bermasalah di Twitter. Namun, pelaporan tweet ini mengharuskan pengguna menentukan sendiri aturan Twitter mana yang sekiranya dilanggar oleh tweet tersebut.

Ilustrasi proses pelaporan tweet (report tweet) di Twitter dengan antarmuka yang ada saat ini.KOMPAS.com/ Galuh Putri Riyanto Ilustrasi proses pelaporan tweet (report tweet) di Twitter dengan antarmuka yang ada saat ini.
Hal ini lantas membuat laporan tweet dari pengguna, kebanyakan menjadi abu-abu (tak jelas) yang pada akhirnya tidak memenuhi kriteria spesifik dari satu pelanggaran Twitter.

Dengan adanya skema baru (proses pengumpulan informasi dan validasi), Twitter berharap laporan tweet dari pengguna menjadi lebih kaya dan lebih jelas. Dengan demikian, Twitter juga bisa menganalisis potensi masalah dan pelanggaran kebijakan secara lebih tepat.

"Ini membantu kami mengatasi hal-hal yang tidak diketahui. Kami juga ingin memastikan bahwa jika ada masalah baru yang muncul — yang mungkin belum ada aturannya — ada cara bagi kami untuk mempelajarinya," kata Fay Johnson, direktur manajemen produk Twitter di tim kesehatan.

Baca juga: Perjalanan Jack Dorsey, Twit Pertama hingga Pamit Tinggalkan Twitter

Twitter menolak berkomentar saat ditanya, apakah perubahan tersebut akan membutuhkan lebih banyak moderator manusia. Twitter menyatakan bahwa skema report tweet yang baru itu akan menggunakan moderasi campuran, yakni moderasi manusia dan moderasi otomatis untuk memproses informasi.

Setelah diuji coba dalam sekelompok kecil di AS, skema report tweet yang baru ini bakal dilrilis ke lebih banyak pengguna mulai tahun 2022, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari TechCrunch, Rabu (8/12/2021).

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.