Profil Pratiwi Sudarmono, Astronot Perempuan Pertama Indonesia

Kompas.com - 09/12/2021, 16:29 WIB

KOMPAS.com - Indonesia ternyata memiliki calon astronot perempuan pertama. Ia adalah Pratiwi Sudarmono.

Sejarah mencatat, Pratiwi Sudarmono nyaris mencetak rekor dalam misinya bergabung dalam proyek NASA pada tahun 1986, sebagai astronot perempuan pertama dari Indonesia.

Namun sayang, peluncuran pesawat ulang-alik yang membawa Pratiwi Sudarmono terpaksa dibatalkan. Berikut ini profil Pratiwi Sudarmono.

Profil Pratiwi Sudarmono

Lahir 31 Juli 1952 di Bandung, Pratiwi merupakan anak sulung dari enam bersaudara yang telah memiliki minat mengenai tata surya dan antariksa sedari kecil. 

Dikutip KompasTekno dari situs Encyclopedia Jakarta, Kamis (9/12/2021) Pratiwi kecil menyelesaikan pendidikan di SD St. Joseph pada tahun 1964, SMP St. Angela (1967) dan melanjutkan SMA di SMA Putri Tarakanita Jakarta (1970).

Baca juga: Ini Hasil Pengujian Google Glass untuk Astronot

Setelah lulus SMA, Pratiwi Sudarmono melanjutkan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan lulus pada 1976.

Pratiwi Sudarmono pun melanjutkan studi dan penelitiannya di Research Institutefor Microbial Diseases di Osaka University, Jepang. Pada tahun itu juga ia mendapat brevet keahlian dalam bidang mikrobiologi klinik.

Tak hanya itu, Pratiwi Sudarmono juga menjadi wanita Indonesia pertama yang mendapatkan gelar doktor (Ph.D.) di bidang kedokteran dari Jepang.

Patch/emblem misi penerbangan STS 61 H dengan pesawat ulang-alik Columbia yang dibatalkan pada 1986.cancelled-space-shuttle-missions.fandom.com Patch/emblem misi penerbangan STS 61 H dengan pesawat ulang-alik Columbia yang dibatalkan pada 1986.
Pada tahun 1985 saat pemerintah Indonesia bekerja sama dengan NASA (National Aeronautics and Space Administration), Pratiwi Sudarmono menjadi ilmuwan wakil Indonesia yang terpilih oleh NASA melalui berbagai seleksi yang ketat.

Misi Wahana Antariksa atau Space Shuttle berencana menuju luar angkasa menggunakan pesawat ulang-alik Columbia pada 24 Juni 1986. Misi tersebut bertujuan untuk membawa tiga satelit komersial, yaitu Skynet 4A, Palapa B3, dan Westar 6S.

Baca juga: Nikmatul Rosidah, Wanita Asal Indonesia yang Jadi YouTuber Populer di Hong Kong

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.