25 Tahun Lalu, Steve Jobs Kembali ke Apple Lewat Next

Kompas.com - 20/12/2021, 19:55 WIB

Dengan akuisisi ini, Apple berharap Next dengan platform pengembangan terbuka berbasis Java, dapat secara signifikan meningkatkan internet dan intranet di produk Apple.

Amelio mengatakan bahwa Apple diharapkan dapat mulai menghadirkan produk dengan sistem operasi Next pada tahun 1997.

Di sisi lain, akuisisi ini dinilai juga menguntungkan Next. Jobs mengungkapkan apabila merger Next dengan Apple dapat memberikan peluang pada perusahaan untuk menawarkan terobosan-terobosan terbaru yang telah direncanakan sebelumnya.

Akuisisi yang diragukan

Tidak semua orang menilai kembalinya Jobs ke Apple sebagai pertanda yang baik. Beberapa analis justru mempertanyakan atau meragukan kebijakan Apple dalam mengakuisisi Next pada waktu itu.

Misalnya Daniel Kunstler, seorang analis industri sistem komputer untuk J.P. Morgan, yang seolah meragukan rencana menghadirkan sistem operasi Next di Apple.

"Tidak ada detail nyata tentang bagaimana mereka (Apple) akan menggunakan teknologi dan platform Next untuk memulai sistem operasi mereka sendiri atau berapa lama waktu yang dibutuhkan," kata Kunstler.

Baca juga: Sejarah Apple yang Tak Jadi Bangkrut karena Microsoft

Meski seolah meragukan, Kunstler mengatakan bahwa ia tidak melihat kerugian dari kembalinya Jobs secara pribadi ke Apple.

Hal serupa juga diungkap, Zack Rinat, Presiden dan CEO NetDynamics (produsen perangkat pengembang aplikasi web). Rinat menilai bahwa teknologi Apple bukan sesuatu hal yang baru.

Ia menilai Apple tidak memiliki kompetensi untuk menyediakan layanan dukungan pada pelanggan. Tapi, Rinat menuturkan Next dan Apple akan menjadi penggabungan yang sukses selama memiliki fokus untuk mengintegrasikan teknologi Next ke dalam MacOS.

Baca juga: Profil Steve Jobs, Anak Imigran Muslim yang Mendirikan Apple

Secara keuangan, Next sebenarnya juga memiliki kondisi finansial yang tidak stabil selama 11 tahun terakhir. Sebagian orang menilai bahwa kondisi keuangan Next menghambat perusahaan untuk bisa mencapi tujuan jangka panjangnya, yakni melantai di bursa saham (IPO).

Bergabungnya Next saat itu memang belum bisa secara pasti menjanjikan masa depan Apple. Tapi jika melihat kondisi pasar teknologi hari ini, kembalinya Jobs ke Apple tentu menjadi langkah awal perusahaan untuk bangkit setelah banyak merugi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNET
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.