Pendiri Startup Teknologi Medis Theranos Divonis Bersalah atas Kasus Penipuan

Kompas.com - 05/01/2022, 12:04 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Elizabeth Holmes, pendiri startup teknologi kesehatan, Theranos, dinyatakan bersalah atas kasus penipuan terhadap investor.

Keputusan tersebut diumumkan oleh anggota dewan juri dalam sebuah sidang di San Jose, California, Amerika Serikat (AS). Proses persidangan kasus ini sudah memakan waktu selama berbulan-bulan.

Menurut mereka, Holmes terbukti bersalah atas empat dari sebelas dakwaan yang dilayangkan kepadanya.

Adapun empat dakwaan tersebut melibatkan satu dakwaan penipuan kepada para investor Theranos, serta tiga dakwaan penipuan melalui transaksi elektronik yang melibatkan sejumlah investor lainnya.

Skandal Theranos sendiri mulai terkuak pada 2015, ketika seorang pembocor informasi rahasia mengungkapkan kekhawatiran tentang alat tes yang dikembangkan perusahaan tersebut, Edison.

Baca juga: Awas Terjebak, Penipu Curi Kripto Rp 7 Miliar lewat Iklan Google Ads

Sebagai informasi, Theranos menjadi primadona di mata para investor karena perusahaan ini menawarkan alat medis yang diklaim bisa mendeteksi berbagai penyakit dari sampel darah, dengan cara yang lebih efisien.

Theranos menawarkan ratusan tes penyakit hanya dengan mengambil sample setetes darah. Hasil analisis tersebut bisa diterima si pengguna hanya dalam waktu 15 menit. Hal ini membuat alat buatan Theranos dianggap sangat berguna dalam kondisi darurat. 

Namun, pada 2015 The Wall Street Journal menulis investigasi terkait startup tersebut. Investigasi tersebut menemukan bahwa analisis medis dari Theranos berbeda jauh dengan analisis yang dihasilkan laboratorium konvensional.

Theranos diketahui tidak melakukan pengetesan darah menggunakan produknya, melainkan menggunakan alat-alat tradisional yang sudah ada di pasaran.

Atas dasar inilah Theranos dianggap telah melakukan penipuan dan menghadapi berbagai tuntutan, termasuk dari para investor.

Akibatnya, Holmes terancam divonis maksimal 20 tahun penjara dan denda sebesar 250.000 dolar AS (sekitar Rp 3,5 miliar) untuk masing-masing dakwaan.

Sebelumnya, Holmes sendiri sempat membantah sebelas dakwaan yang ditujukan kepada dirinya.

Baca juga: WhatsApp Jadi Tempat Favorit Penipu Sebar Link Berbahaya

Namun, seiring berjalannya waktu dan testimoni dari para saksi, para dewan juri sepakat bahwa Holmes terbukti bersalah atas empat dakwaan yang melibatkan penipuan, dan terbukti membohongi publik serta investor dengan teknologi Theranos.

Saat ini, Holmes sendiri belum dibawa ke penjara. Pasalnya, ia masih harus menjalani sejumlah proses peradilan yang bakal digelar dalam beberapa minggu ke depan.

Mendirikan Theranos di usia 19 tahun

Elizabeth Holmes sempat dijuluki perempuan miliarder termuda di dunia oleh majalah Forbes dan mendapat predikat The next Steve Jobs oleh Inc, majalah bisnis yang memajang wajahnya di sampul.REUTERS via BBC INDONESIA Elizabeth Holmes sempat dijuluki perempuan miliarder termuda di dunia oleh majalah Forbes dan mendapat predikat The next Steve Jobs oleh Inc, majalah bisnis yang memajang wajahnya di sampul.
Elizabeth Holmes mendirikan Theranos di usia yang terbilang muda, yaitu 19 tahun pada tahun 2003. Kala itu, ia memutuskan untuk keluar dari Universitas Stanford untuk fokus pada perusahaan yang ia rintis tersebut.

Pada 2013 hingga 2014 lalu, startup asal Silicon Valley tersebut tiba-tiba melejit.

Hal ini dipicu oleh klaim yang Holmes buat, di mana ia mengklaim bahwa perusahaannya menemukan sebuah teknologi yang bisa mendeteksi penyakit berdasarkan beberapa tetes sampel darah yang diambil dari ujung jari tangan.

Berkat klaim ini, Theranos langsung mendapatkan sambutan baik dari para investor besar.

Beberapa di antaranya seperti konglomerat sektor media Rupert Murdoch, pendiri Oracle Larry Ellison, dan para investor besar lainnya.

Baca juga: Startup Unicorn Indonesia Jadi Incaran Investor Asia

Selain itu, Theranos juga berhasil menggandeng perusahaan ritel ternama di AS, Walgreens pada 2013 lalu, untuk menghadirkan pengujian sampel darah secara langsung di sekitar 40 gerai Walgreens di berbagai penjuru AS. 

Dalam waktu beberapa tahun setelah didirikan, valuasi Theranos menyentuh angka 9 miliar dollar AS atau sekitar Rp 129 triliun pada 2014 lalu. Perusahaan ini pun disebut-sebut sebagai perusahaan yang bakal membawa revolusi di bidang kesehatan. 

Bahkan, karena kesuksesan ini, Holmes sempat dijuluki "perempuan miliarder termuda di dunia" oleh majalah Forbes.

Selain itu, majalah bisnis Inc juga memberikan julukan "The next Steve Jobs" untuk Holmes dan sempat memajang wajahnya di halaman sampul.

Kolaps pada 2018

Pendiri Theranos, Elizabeth Holmes.CNN.com Pendiri Theranos, Elizabeth Holmes.
Kesuksesan Theramos luntur ketika The Wall Street Journal (WSJ) melakukan investigasi pada 2015 lalu.

Dari berita tersebut, sejumlah mitra Theranos, termasuk Walgreens, memutus hubungan kerja sama dengan perusahaan rintisan Holmes.

Selain itu, berbagai lembaga di AS lantas melakukan proses penyelidikan atas perusahaan tersebut, begitu juga para petingginya, termasuk Holmes dan mitranya, Ramesh "Sunny" Balwani.

Berbagai pemutusan mitra kerja sama dan penyelidikan ini berujung pada tumbangnya Theranos pada 2018 lalu. 

Baca juga: Setengah dari Startup di Indonesia Diprediksi Tumbang Gara-gara Corona

Elizabeth Holmes pun harus menjalani proses hukum atas perbuatan yang ia lakukan melalui Theranos.

Adapun proses pengadilan Holmes berlangsung selama kurang lebih empat bulan, mulai dari September 2021 hingga Januari 2022, dan melibatkan sekitar 30 saksi yang dipantau oleh sekitar 12 dewan juri.

Rencananya, rekan Holmes, yaitu Balwani, bakal menjalankan proses peradilan yang sama bulan depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari BBC.com, Rabu (5/1/2021).

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNN,BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.