Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Mengapa Susunan Keyboard "QWERTY"? Ini Sejarahnya

Kompas.com - 09/01/2022, 16:01 WIB
Soffya Ranti,
Wahyunanda Kusuma Pertiwi

Tim Redaksi

Mulai dikomersilkan

Setelah idenya dipatenkan pada tahun 1878 mesin tik QWERTY Sholes dan Glidden mulai masuk pasar komersil, sebagaimana dirangkum dari Interesting Engineering, Minggu, 9/1/2022).

Mereka memutuskan untuk menjual desain QWERTY kepada pabrik pembuat senjata, E.Remington & Sons. Vendor itu kemudian menjual produk mesin tik dengan keyboard QWERTY pertama, yakni Remington No.1 Type Writer dan mulai diproduksi pada tahun 1874.

Seiring berjalannya waktu mesin tik Remington semakin berkembang hingga terjual 100.000 unit pada tahun 1890. Remington lalu memproduksi penerusnya, yakni Remington No.2 yang dilengkapi dengan tombol shift.

Hingga tahun 1893 Remington pun bergabung bersama empat produsen mesin tik terbesar lainnya yaitu Caligraph, Yost, Densmore, dan Smith-Premier menjadi satu perusahaan bernama Typewriter Company.

Baca juga: Samsung Perkenalkan Keyboard Ringkas untuk Tablet dan Smartphone

Jadi standard keyboard

Mereka akhirnya sepakat bahwa QWERTY akan digunakan sebagai standar untuk keyboard. Walaupun pada tahun 1936 QWERTY memiliki pesaingnya yaitu keyboard Dvorak yang dirancang oleh Dr August Dvorak dan Dr William Dealey. 

Rancangan keyboard Dvorak tersebut sebenarnya bertujuan untuk memberikan inovasi terbaru pada keyboard. Keyboard Dvorak mengeklaim mampu meningkatkan kecepatan dan akurasi mengetik masing-masing 74% dan 68%. 

Namun, keberadaan keyboard Dvorak ini masih tidak dapat menggantikan popularitas QWERTY yang telah lama ada dan banyak pengguna yang sudah terbiasa dengan keyboard QWERTY dan enggan mempelajari sistem baru. 

Seiring berkembangnya teknologi keyboard QWERTY telah diadopsi menjadi mesin yang lebih canggih hingga penggunaannya terus berkembang dan mulai diaplikasikan pada perangkat komputer dan smartphone sampai saat ini.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com