Fenonema Jualan NFT Pasca "Ghozali Everyday" Viral, Ini Kata Pengamat

Kompas.com - 20/01/2022, 12:02 WIB

KOMPAS.com - Belum lama ini, koleksi non-fungible token (NFT) berupa foto selfie "Ghozali Everyday" milik pemuda bernama lengkap Sultan Gustaf Al Ghozali mendadak viral dan ramai diperbincangkan di dunia maya.

Pasalnya, aset digital milik Ghozali yang terpampang di salah satu marketplace NFT, OpenSea tersebut banyak dilirik orang.

Bahkan, Ghozali dikabarkan mendapatkan keuntungan hingga miliaran rupiah dari menjual foto wajahnya sendiri di sana.

Walhasil, tak sedikit warganet Indonesia yang ramai-ramai mengikuti jejak Ghozali dengan menjual berbagai foto milik mereka, mulai dari foto selfie, KTP, berbagai jenis makanan, kegiatan syukuran, dan masih banyak lagi.

Baca juga: Ingin Seperti Ghozali Everyday? Berikut Cara Membuat NFT di OpenSea

Pengamat Budaya dan Komunikasi Digital Universitas Indonesia, Firman Kurniawan mengatakan fenomena warganet yang jualan NFT ini terbilang wajar. Sebab, orang-orang, menurut dia, ingin mencoba peruntungan dari jualan NFT.

"Ketika ada janji manis yang menggiurkan dan dapat diraih dengan ikhtiar yang minim, tentu ini (jualan NFT) jadi daya tarik tersendiri. Istilahnya ingin mencoba peruntungan, dan ini wajar jadi sifat manusia," kata Firman ketika dihubungi KompasTekno, Selasa (18/1/2022).

Hal serupa disampaikan salah CEO DeBio Network sekalgus Co-Founder Asosiasi Blockchain Indonesia, Pandu Sastrowardoyo. Ia mengatakan warganet yang berbondong-bondong jualan NFT di OpenSea hanya sekadar latah dan ingin mendapatkan keuntungan seperti Ghozali.

Pandu sebenarnya tak mempermasalahkan fenomena ini, namun ia berpendapat bahwa keramaian NFT ini datang cukup terlambat di Indonesia.

Baca juga: Tips Menjual NFT agar Cuan Seperti Ghozali Everyday

"Itu (warganet) latah, kenapa tidak 'latah' dari dulu ya? Ghozali itu memang pertama di Indonesia, tapi Indonesia sudah terlambat (meramaikan NFT) bertahun-tahun. Di seluruh dunia, NFT sudah viral secara mainstream dari awal 2021, dan viral di kalangan crypto sudah dari 2019," kata Pandu kepada KompasTekno.

"Latah ini bukan berarti (warganet) akan mendapatkan harga yang sama dengan Ghozali, karena (harga NFT) ini murni pasar yang menentukan," imbuh Pandu.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.