Kompas.com - 20/01/2022, 17:31 WIB
Penulis Lely Maulida
|

KOMPAS.com - Pada November 2021 lalu Oppo meluncurkan Reno7 series di negara asalnya, China. Ada tiga model yang diperkenalkan yakni Reno7 "reguler", Reno7 Pro, dan Reno7 SE.

Oppo Reno7 dan Reno7 Pro sama-sama menggunakan sensor Sony IMX709 untuk kamera depannya. Kedua ponsel tersebut menjadi ponsel pertama yang menggunakan sensor Sony IMX709.

Oppo Indonesia pun memastikan akan membawa ponsel dengan sensor yang sama ke Tanah Air, meski seri ponselnya belum diungkapkan.

"Pada 2022 akan ada Reno series (baru), sebut saja RenoX, yang akan membawa fitur Portrait ke level selanjutnya," kata PR Manager Oppo Indonesia, Aryo Meidianto, dalam Workshop Oppo Reno Portrait di Jakarta, Kamis (20/1/2022).

"Sony IMX709 merupakan sensor kolaborasi Oppo dengan Sony. Dan yang pastinya, ini akan ada di perangkat Oppo Reno selanjutnya, atau RenoX," kata Aryo.

Baca juga: Oppo Reno7, Reno7 Pro, dan Reno7 SE Meluncur, Ini Harga dan Speknya

Menurut Aryo, sensor tersebut diklaim mampu menangkap gambar dengan sensitivitas cahaya 60 persen lebih tinggi dan pengurangan noise 35 persen.

Aryo mengeklaim sensor ini menjanjikan fitur Portrait yang lebih apik dibanding seri Reno sebelumnya.

Fitur Portrait sendiri memungkinkan pengguna untuk mendapatkan efek bokeh pada foto yang dihasilkan, sebagaimana foto yang dibidik menggunakan kamera DSLR.

Fitur ini sudah diadopsi pada sejumlah smartphone, termasuk pada seri Oppo Reno. Oppo Indonesia meyakini, fitur ini akan menjadi salah satu fitur yang diminati pengguna di tahun ini.

Baca juga: Ini Keunggulan Fitur Portrait di Kamera Oppo

"Portrait menjadi salah satu hal yang diyakini Oppo sebagai fitur yang akan disukai pengguna pada 2022," ungkap Aryo.

Kerja sama Oppo dan Sony dalam mengembangkan sensor IMX709 melibatkan 300 insinyur dan menghabiskan waktu sekitar tiga tahun. Oppo bahkan menggelontorkan lebih dari 1,5 dollar AS atau sekitar Rp 21,5 miliar untuk mengembangkan sensor tersebut.

Secara umum, Oppo memadukan tiga hal untuk menghasilkan efek bokeh, yaitu prosesor pengolah grafis atau disebut juga Neural Processing Unit (NPU), sensor kamera, serta sistem pengolah gambar yang didukung kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Menurut Aryo, mayoritas fitur Portrait pada ponsel saat ini hanya didasarkan pada NPU yang dikembangkan oleh vendor chipset.

Sementara pada RenoX akan didukung oleh AI pada NPU, sensor yang dikembangkan bersama dengan Sony, serta AI yang disematkan pada sensor tersebut.

Baca juga: Oppo Reno6 Lite Meluncur, Kembaran A95 RAM Beda Tipis

Dengan menggunakan sensor Sony IMX709, Oppo Indonesia mengeklaim RenoX mampu menghasilkan foto portrait dengan kualitas tinggi, apalagi dikombinasikan dengan AI yang terus dikembangkan dan terintegrasi dengan sistem operasi ColorOS 12.

Sony IMX709 juga hadir dengan model pencahayaan RGBW generasi baru. Dijelaskan Aryo, dukungan tersebut memungkinkan sensor untuk menghasilkan warna yang lebih tajam karena setiap satu pixel rate RGB akan didampingi dengan 2 pixel white, sehingga sensor tersebut mampu menangkap lebih banyak warna.

Aryo mengatakan, sensor IMX709 dikembangkan Oppo bersama Sony sehingga tidak akan digunakan oleh vendor ponsel lainnya, kecuali OnePlus yang kini satu naungan dengan Oppo.

Oppo RenoX sendiri belum dikonfirmasi jadwal peluncurannya di Indonesia. Namun Aryo menyebut ponsel ini akan segera hadir ke Tanah Air.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.