Kompas.com - 21/01/2022, 12:34 WIB

KOMPAS.com - Non Fungible Token (NFT) akhir-akhir ini menjadi topik hangat di Indonesia. Hal ini disebabkan oleh sosok Ghozali yang kaya mendadak, setelah menjual foto selfie (swafoto) yang diambil setiap hari selama lima tahun, sebagai aset NFT.

Pria bernama lengkap Sultan Gustaf Al Ghozali tersebut awalnya iseng menjual foto selfie-nya di marketplace OpenSea.

Sejauh ini Ghozali memiliki 933 aset NFT yang ditawarkan di marketplace OpenSea. Aset tersebut adalah koleksi foto selfie Ghozali yang diambil setiap hari dari tahun 2017 hingga 2021.

Ide iseng Ghozali itu berbuah keuntungan hingga miliaran rupiah. Salah satu foto Ghozali ada yang terjual hingga Rp 1,5 miliar.

Saat ini, aset NFT termahal Ghozali adalah "Ghozali_Ghozalu #528" yang dihargai 66.346 ETH atau setara Rp 3,1 triliun.

Terjualnya NFT Ghozali hingga miliaran rupiah bukan tanpa sebab. CEO DeBio Network sekaligus Co-Founder Asosiasi Blockchain Indonesia, Pandu Sastrowardoyo menyebutkan, NFT Ghozali memiliki nilai unik, karena berswafoto selama bertahun-tahun.

Ghozali juga disebut Pandu, menjadi pionir dalam aktivitas yang unik tersebut.

Baca juga: Mengapa NFT Foto Selfie Ghozali Ada yang Mau Beli Mahal?

Terlambat

Meski sempat viral karena Ghozali, namun tren NFT di Indonesia disebut Pandu cukup terlambat dibanding negara lainnya. Menurutnya, NFT sudah viral di kalangan penggiat kripto sejak 2019. NFT bahkan menjadi hal mainstream di seluruh dunia sejak awal 2021.

"Ghozali itu memang pertama di Indonesia, tetapi Indonesia telatnya sudah bertahun-tahun. Di seluruh dunia, NFT sudah viral secara mainstream dari awal 2021 dan viral di kalangan kripto dari 2019," kata Pandu dihubungi KompasTekno.

Meski terlambat, Pandu mengajak perusahaan di Indonesia agar bergegas mengimplementasikan NFT sebagaimana Adidas, Nike hingga Louis Vuitton.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.