Kompas.com - Diperbarui 19/04/2022, 09:40 WIB

Angka itu didapatkan Lee sekitar 10 tahun lalu. Ia memperkirakan, angka ini bisa lebih besar saat ini. Lee juga memperkirakan bahwa seseorang dapat menyumbang 1,6 kg emisi karbon dalam satu hari dari kegiatan berkirim e-mail.

Baca juga: Cara Membuat Balasan E-mail secara Otomatis di Gmail Saat Cuti

Sementara pengguna yang berkecimpung di dunia bisnis, diperkirakan bisa menghasilkan 135 kg emisi karbon dari banyaknya e-mail yang dikirim selama satu tahun.

Jumlah tersebut, menurut Berners-Lee, setara dengan besarnya emisi karbon yang dihasilkan oleh mobil yang menempuh jarak sejauh 321 km.

Berkirim e-mail lebih efisien

Berners-Lee menyebut mengurangi aktivitas berkirim e-mail bisa menurunkan angka emisi karbon. Orang-orang bisa memulainya dengan berhenti mengirimkan e-mail yang tidak diperlukan.

Sebagai ilustrasi, apabila setiap orang dewasa di Inggris berhenti mengirimkan satu e-mail tidak perlu, seperti e-mail ucapan "terima kasih", maka upaya tersebut diklaim bisa mencegah kontribusi 16.433 ton emisi karbon setiap tahunnya.

Selain itu, mengganti file yang dilampirkan dalam e-mail dengan sebuah link, berhenti berlangganan e-mail, dan tidak mengirimkan e-mail pada banyak penerima juga diklaim mampu mengurangi jejak karbon.

"Saya berhenti berlangganan buletin yang dikirimkan secara otomatis, karena ketika saya mengetahui tentang jejak karbon dari e-mail, saya merasa ngeri," ucap Philipp Gaut, seorang guru yang berasal dari Surrey, Inggris.

Baca juga: Cara Bikin Instagram Best Nine 2020 dari Laptop, Jangan Lupa Hapus E-mail Setelahnya

Hapus e-mail bisa kurangi emisi karbon?

Menghapus e-mail juga diklaim menjadi salah satu upaya sederhana untuk mengurangi emisi karbon yang dihasilkan.

Melansir The Good Planet, pada tahun 2019, tercatat ada lebih dari 2,3 miliar pengguna global yang terdaftar menggunakan layanan e-mail. Diperkirakan ada sekitar 293,6 miliar e-mail yang dikirimkan setiap harinya.

Untuk setiap 1 GB data yang disimpan di data center, penyedia layanan e-mail diperkirakan membutuhkan pasokan listrik sebesar 32 kWh.

Apabila seluruh pengguna rutin menghapus 10 e-mail aja per hari, maka langkah tersebut diklaim dapat menghemat penyimpanan sebesar 1,7 juta GB atau setara dengan 55,2 juta kWh listrik yang digunakan data center.

Alhasil, penyedia data center diperkirakan dapat mengurangi penggunaan 19.356 ton batu bara yang sebanding dengan 39.035 metrik ton emisi karbon.

Angka yang terlihat cukup besar, bukan? Namun, apakah menghapus e-mail benar-benar efektif mengurangi emisi karbon dan menyelamatkan lingkungan? Seberapa besar dampak positif yang bisa dihasilkan dengan membuang e-mail?

ilustrasi Google.Bloomberg/ Michael Nagle ilustrasi Google.

Country Director Google Cloud Indonesia, Megawaty Khie menjelaskan bahwa dampak menghapus e-mail untuk mengurangi emisi karbon tergolong minim.

"Konsumsi energi untuk menghapus e-mail akan sangat kecil, sehingga mengurangi atau bahkan menghilangkan e-mail spam kemungkinan besar memiliki dampak pengurangan karbon yang dapat diabaikan," ungkap Megawaty kepada KompasTekno.

Hingga saat ini, Megawaty mengaku bahwa Google, sebagai pemilik layanan e-mail Gmail, terus menambah jumlah komputasi yang dilakukan pada data center perusahaan.

Baca juga: Hari Bumi, Google Doodle Bagi-bagi Tips Merawat Lingkungan

Halaman:


Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.