Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Facebook Bangun Superkomputer "Pelatih Mesin" dengan 16.000 Kartu Grafis

Kompas.com - 25/01/2022, 19:09 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - Meta, perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, berencana  membuat superkomputer berkemampuan artificial intelligence (AI) yang bisa menjalankan dunia virtual metaverse.

Dinamai AI Research SuperCluster (RSC), superkomputer pintar yang masih dalam pengembangan tersebut ditenagai dengan 6.080 unit pengolah grafis (GPU) bikinan Nvidia. 

Rencananya sekitar pertengahan 2022 nanti, jumlah kartu grafis yang mentenagai AI RSC bakal bertambah hingga mencapai 16.000 GPU. Meta mengeklaim superkomputer tersebut bakal menjadi salah satu yang tercepat di dunia.

Menurut CEO Meta, Mark Zuckerberg, perusahaan membutuhkan hardware sebanyak itu lantaran pengoperasian AI dan pembelajaran mesin (machine learning/ML) untuk menopang metaverse membutuhkan kinerja pemrosesan yang sangat mumpuni.

"Pengalaman metaverse yang optimal membutuhkan kemampuan komputasi yang sangat besar, dan AI RSC memungkinkan berbagai model AI baru belajar dari aneka contoh kasus yang jumlahnya triliunan, serta bisa mengerti ratusan bahasa, dan lain sebagainya," tutur Zuckerberg dalam sebuah pernyataan.

Untuk saat ini, Meta mengatakan perusahaan tengah menggunakan superkomputer tersebut untuk melatih aneka model AI menggunakan proses pengolahan bahasa alami (natural language processing/NLP).

Hal itu bertujuan untuk melatih mesin supaya bisa berinteraksi dengan manusia di dalam metaverse menggunakan bahasa alami yang biasa digunakan oleh manusia itu sendiri.

Baca juga: Inilah Fugaku, Komputer Tercepat di Dunia dari Jepang

AI RSC untuk latih model AI

Ilustrasi superkomputer AI RSC milik Meta.Meta Ilustrasi superkomputer AI RSC milik Meta.

Saat pengembangan AI RSC rampung, superkomputer tersebut diklaim bisa melatih model AI berdasarkan triliunan parameter yang jumlahnya setara dengan video berkualitas tinggi yang memiliki durasi sekitar 36.000 tahun.

Lalu, superkomputer tersebut juga diklaim bisa membantu para periset Meta untuk membangun model AI berdasarkan ratusan bahasa, menganalisis beragam teks, gambar, dan video, serta membantu mengembangkan software untuk menunjang pengalaman augmented reality (AR).

Baca juga: Mengapa NFT Foto Selfie Ghozali Ada yang Mau Beli Mahal?

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.