Kompas.com - 28/01/2022, 07:43 WIB

KOMPAS.com - Apple mengumumkan laporan keuangan untuk kuartal pertama tahun fiskal 2022, yang berakhir pada 25 Desember 2021.

Dalam laporan tersebut, Apple membukukan pendapatan sebesar 123,9 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.782 triliun), naik 11 persen dari tahun ke tahun (year-over-year/YoY), yang turut didongkrak oleh performa positif dari seluruh penjualan lini produk Apple, kecuali iPad.

Lini bisnis iPhone mencatatkan pertumbuhan sebesar 9 persen pada periode ini, dengan pendapatan mencapai 71,63 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.030 triliun.

Dari angka tersebut, iPhone menjadi lini produk yang menyumbangkan pendapatan paling besar terhadap bisnis Apple pada kuartal I tahun fiskal 2022 ini.

Baca juga: Apple Kuasai Pasar Ponsel China berkat iPhone 13

iPad menjadi satu-satunya lini produk Apple yang mengalami penuruan penjualan pada periode ini.

Hal ini terlihat dari pendapatan iPad yang menurun 14 persen dari periode sebelumnya, dengan total pendapatan sebesar 7,25 miliar dollar AS atau setara Rp 104 triliun.

Grafik pendapatan Apple per kuartal. Apple mencetak pendapatan kuartalan terbesar sepanjang sejarah pada Kuartal I-2022 yang berakhir pada 25 Desember ini.MacRumors Grafik pendapatan Apple per kuartal. Apple mencetak pendapatan kuartalan terbesar sepanjang sejarah pada Kuartal I-2022 yang berakhir pada 25 Desember ini.

Menurut laporan CNBC, penjualan iPad yang menyusut pada periode ini, diperkirakan karena Apple memprioritaskan perangkat lain sehingga tidak memproduksi iPad dalam kuantitas yang cukup untuk memenuhi permintaan.

Rekor baru

Pendapatan 123,9 miliar dollar AS ini adalah rekor terbesar sepanjang sejarah yang pernah dicapai Apple dalam satu kuartal.

Baca juga: Apple Geser Samsung berkat iPhone 13, Xiaomi Peringkat Ketiga

Rekor pendapatan sebelumnya dicapai pada kuartal pertama tahun fiskal 2021, di mana Apple meraup pendapatan sebesar 111,4 miliar dollar AS atau sekitar Rp 1.573 triliun.

Dengan pendapatan 123,9 miliar dollar AS, Apple berhasil mendulang keuntungan hingga 34,6 miliar dollar AS (setara Rp 497,8 triliun) dengan laba bersih per saham (earning per share/EPS) 2,1 dollar AS (kira-kira Rp 30.207).

Halaman:


Video Pilihan

Sumber CNBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.