Huawei P50 Pro Masuk Indonesia Tanpa 5G dan Layanan Google, Mengapa?

Kompas.com - 12/02/2022, 08:08 WIB

"Aplikasi Grab sudah siap dipakai pada ponsel ini, dan benar-benar ekspektasi penggunaan aplikasi Grab dari AppGallery ini sama persis dengan toko aplikasi lain (Play Store)," kata Edy.

Menurut pantauan KompasTekno pada ponsel P40 Pro, aplikasi Grab yang dipasang melalui AppGallery Huawei ini memiliki tampilan yang sama seperti aplikasi Grab yang dipasang melalui Google Play Store.

Aplikasi Grab di ponsel Huawei tanpa GMS juga bisa berjalan seperti biasa. Namun tidak diketahui secara pasti bagaimana soal kelengkapan layanan peta yang diberikan Huawei untuk aplikasi ojek online ini.

Baca juga: Huawei Resmikan HarmonyOS, Sistem Operasi Alternatif Android

Buntut sanksi dari AS

Meski tak diungkapkan secara terang-terangan, penggunaan chipset Snapdragon 888 versi 4G serta tak adanya layanan Google di ponsel P50 Pro ini agaknya merupakan efek dari pemblokiran Huawei oleh Amerika Serikat (AS).

Nama Huawei masuk daftar hitam (entity list) pemerintahan Amerika Serikat (AS) pada 2019 lalu.

Dimasukkannya Huawei ke dalam daftar entity list membuat perusahaan AS tidak diperbolehkan melakukan transaksi dengan Huawei -termasuk jual-beli komponen dan software- tanpa persetujuan pemerintah AS.

Misalnya, Huawei tidak bisa menggunakan chip buatan perusahaan Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) dan tidak bisa menggunakan modem 5G dari Qualcomm.

Baca juga: Sikap Terbaru Presiden Biden, Ponsel Huawei Masih Terlarang Pakai Google

Di sisi software, entity list membuat Huawei tidak bisa lagi menyertakan layanan Google Mobile Service (GMS) di deretan ponselnya.

Artinya, ponsel Huawei tidak bakal memiliki aplikasi YouTube, Gmail, Play Store, dan layanan Google lainnya secara bawaan di ponselnya.

Ketiadaan ekosistem GMS ini disebut menjadi batu sandungan besar bagi ponsel Huawei, terutama untuk pasar di luar China, seperti Indonesia, yang konsumennya sudah terbiasa dengan aneka layanan Google tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.