Kompas.com - 12/02/2022, 14:35 WIB
Penulis Lely Maulida
|

Sementara Samsung Galaxy S22 Ultra dilengkapi piksel yang lebih besar lagi, yaitu 2,4 mikron.

Dirangkum dari halaman resmi Samsung, perusahaan juga menggunakan teknik "tetra-binning". Dengan teknik ini, Samsung menggabungkan empat piksel menjadi satu piksel.

Artinya setiap piksel akan lebih besar dan mampu menerima cahaya lebih banyak dari gambar biasa.

Sementara untuk Galaxy S22 Ultra, Samsung menerapkan teknik "nona-binning" yang menggabungkan sembilan piksel menjadi satu piksel menggunakan AI. Fitur tersebut sama-sama menjanjikan gambar yang lebih detail dan cerah.

Tak hanya itu, Samsung juga menyematkan Super Clear Glass, yaitu lapisan yang melindungi modul kamera utama Galaxy S22 Ultra yang didukung Gorilla Glass DX.

Komponen ini berfungsi untuk meminimalisasi efek flare yang biasanya muncul saat terkena pantulan cahaya.

"Kadang-kadang kita suka foto malam hari kena cahaya dan ada pantulan yang menimbulkan efek flare. Dengan Super Clear Glass, berfungsi membuat hasil foto pada malam hari pun jadi lebih maksimal," kata Verry dalam sesi tanya jawab dengan awak media pada Kamis (10/1/2022).

Selain itu, Samsung menghadirkan fitur Auto Frame Rate. Fitur ini memungkinkan kamera untuk menyesuaikan frame rate video ketika diambil di malam hari.

Baca juga: Spesifikasi serta Harga Samsung Galaxy S22, S22 Plus, dan S22 Ultra di Indonesia

Fitur serupa sebenarnya sudah tersedia pada Galaxy S21 series, namun, resolusinya hanya mendukung sampai Full HD.

Di Samsung Galaxy S22 Ultra, frame rate-nya bisa disesuaikan mulai dari 24 fps hingga 60 fps dan resolusinya mendukung sampai Ultra HD.

Kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung foto malam di Galaxy S22 series juga ditingkatkan. Kemampuan AI atau disebut NPU-nya meningkat hingga 133 persen.

Berkat dukungan tersebut, Galaxy S22 mampu menggabungkan hingga 20 foto untuk menghasilkan satu foto malam yang optimal.

"Khusus untuk S22 series dengan chipset terabru baik NPU maupun GPU-nya mengalami peningkatan, sehingga kita bisa mengompres atau mengambil redesign AI dalam 20 foto, sehingga dicari yang benar-benar optimal," kata Verry.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.