Kompas.com - Diperbarui 29/05/2022, 11:11 WIB

KOMPAS.com - Jaminan Hari Tua (JHT) merupakan program jaminan sosial di bawah Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang dikelola Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

JHT berupa manfaat dalam bentuk sejumlah uang yang diberikan pada peserta BPJS Ketenagakerjaan untuk mempersiapkan masa pensiun. Saldo JHT bisa dicairkan apabila peserta BPJS Ketenagakerjaan telah pensiun.

Peserta BPJS Ketenagakerjaan yang tidak lagi bekerja karena telah berusia 56 tahun, meninggal dunia, atau mengalami cacat total tetap, bisa langsung mencairkan saldo JHT tersebut dengan jumlah yang sudah ditentukan.

Baca juga: Cara Daftar Antrean Online BPJS Kesehatan via Mobile JKN

Sebelum melakukan pencairan, peserta juga bisa memeriksa atau cek saldo JHT terlebih dahulu. Cara cek saldo JHT bisa dilakukan lewat berbagai platform, seperti situs web BPJS Ketenagakerjaan, aplikasi Jamsostek Mobile (JMO), serta lewat SMS.

Selengkapnya, simak penjelasan tiga cara cek saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan, berikut ini:

Cara cek saldo JHT lewat situs web

  • Buka situs https://sso.bpjsketenagakerjaan.go.id/ ini, lalu login menggunakan akun Anda
  • Apabila belum punya akun, klik opsi "Buat Akun Baru"
  • Masukkan status diri Anda, seperti kewarganegaraan, jenis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (Penerima Upah, Bukan Penerima Upah, atau Pekerja Migran Indonesia)
  • Selanjutnya, masukkan data diri Anda, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, e-mail aktif serta password-nya, dan sebagainya
  • Jika sudah punya akun, masukan alamat e-mail aktif serta password-nya yang telah didaftarkan pada halaman login di situs tersebut
  • Setelah berhasil login, pilih menu "Layanan", kemudian klik opsi "Cek Saldo JHT"
  • Lalu, saldo JHT Anda bakal ditampilkan pada layar.

Cara cek saldo JHT lewat aplikasi JMO

  • Unduh dan instal aplikasi JMO lewat toko aplikasi Google Play Store (untuk ponsel Android) atau AppStore (untuk ponsel iOS).
  • Setelah terinstal, buka aplikasi tersebut dan login menggunakan akun Anda
  • Jika belum memiliki akun, klik opsi “Buat Akun”
  • Masukkan status diri Anda, seperti kewarganegaraan, jenis kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan (Penerima Upah, Bukan Penerima Upah, atau Pekerja Migran Indonesia)
  • Selanjutnya, masukkan data diri Anda, seperti Nomor Induk Kependudukan (NIK), nomor kartu peserta BPJS Ketenagakerjaan, e-mail aktif serta password-nya, dan sebagainya
  • Apabila Anda sudah punya akun, silahkan login menggunaka e-mail dan password yang telah didaftarkan
  • Setelah berhasil login, klik menu “Jaminan Hari Tua” di halaman awal aplikasi
  • Lalu, klik opsi “Cek Saldo”, aplikasi bakal menampilkan saldo JHT milik Anda.

Baca juga: Syarat dan Cara Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Lewat Aplikasi JMO

Cara cek saldo JHT lewat SMS

  • Lakukan registrasi akun dulu dengan mengirim SMS ke nomor 2757
  • Ketik pesan dengan format "Daftar (spasi) SALDO#NO_KTP#TGL_LAHIR(DD-MM-YYYY)#NO_PESERTA#EMAIL(bila ada)", lalu kirim ke nomor 2757
  • Setelah menerima pesan bahwa akun terdaftar, peserta bisa mengirim pesan lagi dengan format "SALDO (spasi) Nomor peserta", lalu kirim ke nomor 2757.
  • Terakhir, Anda bakal menerima SMS yang menginformasikan saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan.

Cara cek saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan tersebut membuat peserta tidak perlu harus ke kantor cabang BPJS terdekat. Peserta bisa cek saldo JHT hanya lewat layar ponsel. Saldo JHT  itu berasal dari iuran yang dibayar tiap bulan.

Iuran JHT sendiri bersumber dari potongan upah peserta BPJS Ketenagakerjaan sebesar 5,7 persen. Upah yang dimaksud untuk iuran JHT itu adalah upah pokok dan tunjangan tetap, yang didapatkan pekerja setiap bulannya.

Komposisi iuran JHT tersebut dibayarkan 2 persen dari pekerja penerima upah dan 3,7 persen dari pemberi kerja. Iuran ini wajib dibayarkan secara tepat waktu oleh perusahaan tempat bekerja ke BPJS Ketenagakerjaan.

Baca juga: Cara Daftar BPJS Online lewat Aplikasi Mobile JKN

Dilansir dari laman resmi BPJS Ketenagakerjaan, saldo JHT kini bisa dicairkan sebagian sebelum peserta menginjak masa pensiun usia 56 tahun, asalkan telah mencapai masa kepesertaan program JHT selama 10 tahun.

Peserta program JHT BPJS Ketenagakerjaan bisa mencairkan sebagian saldonya dengan ketententuan sebagai berikut:

  • Diambil maksimal 10 persen dari total saldo sebagai persiapan usia pensiun
  • Diambil maksimal 30 persen dari total saldo untuk uang perumahan
  • Pengambilan sebagian tersebut hanya dapat dilakukan sekali selama menjadi peserta.

Itulah tiga cara cek saldo JHT BPJS Ketenagakerjaan yang bisa dilakukan lewat situs web, aplikasi JMO, dan SMS, semoga bermanfaat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.