Kompas.com - 22/02/2022, 08:09 WIB

KOMPAS.com - Situs perbandingan pasar asal Australia, Compare the Market, membuat daftar media sosial yang paling banyak mengeluarkan emisi jejak karbon atau carbon footprint.

Riset tersebut menuliskan 10 media sosial dengan jejak karbon atau carbon footprint yang paling besar.

Jejak karbon atau carbon footprint sendiri adalah jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari seluruh aktivitas seseorang atau entitas lain, termasuk gedung, perusahaan, negara, penyedia layanan digital, dan lainnya.

Baca juga: E-mail Hasilkan Emisi Karbon, Bagaimana Perusahaan Teknologi Mengatasinya?

Hal ini menjadi perhatian tersendiri mengingat carbon footprint berdampak negatif pada lingkungan, termasuk berkontribusi pada terjadinya perubahan iklim di bumi.

Di situs resminya, Compare the Market membuat 10 daftar media sosial yang menghasilkan emisi karbon dioksida yang paling banyak ketika digunakan.

Di peringkat pertama, ada TikTok yang dilaporkan menghasilkan setara 2,63 gram karbon dioksida untuk setiap menit (gCO2Eq) pengguna menggulirkan timeline TikTok.

"Itu berarti bahwa jika Anda menghabiskan lima menit sehari di aplikasi TikTok, Anda akan menghasilkan carbon footprint sebesar 13 gram sehari dan 4,8 kg setahun," tulis Compare the Market di situsnya.

Sementara Reddit dilaporkan menghasilkan 2,48 gram karbon dioksida setiap menitnya.

Dari daftar 10 media sosial yang dicantumkan Compar the Market, aplikasi streaming video milik Google, YouTube tercatat menghasilkan carbon footprint paling sedikit ketika digunakan, yaitu sebesar 0,46 gram karbon dioksida per menit.

Untuk lebih jelasnya, berikut daftar 10 media sosial yang menghasilkan jejak karbon paling banyak di dunia versi situs Compare teh Market, sebagaimana dihimpun KompasTekno, Senin (21/2/2022).

Peringkat Media Sosial Emisi karbon dioksida yang dihasilkan setiap menitnya (gCO2Eq)
1 TikTok 2,63 
2 Reddit 2,48
3 Pinterest 1,3
4 Instagram 1,05
5 Snapchat 0,87
6 Facebook 0,79
7 LinkedIn 0,71
8 Twitter 0,60
9 Twitch 0,55
10 YouTube 0,46

Setara mengemudi 84,5 km

Menurut Manajer Umum bagian Energi di situs Compare the Market, Brett Mifsud, penggunaan Facebook selama 5 menit sehari memang tidak akan menyebabkan kerusakan lingkungan yang besar.

Namun, lain cerita bila pengguna menggunakan kesepuluh media sosial di atas.

Mifsud mengatakan, bila pengguna menghabiskan waktu masing-masing selama lima menit sehari di kesepuluh platform media sosial di atas, maka pengguna setidaknya menghasilkan 20 kg karbon dioksida dalam satu tahun.

Baca juga: Berapa Lama Orang Indonesia Akses Internet dan Medsos Setiap Hari?

"20 kg karbon dioksida itu sama dengan mengemudi sejauh 84,5 km, yang (secara teori) dapat berdampak lebih besar pada kerusakan lingkungan. Terutama bila mengingat jumlah pengguna media sosial di seluruh dunia," kata Mifsud.

Sebagai gambaran, jumlah pengguna media sosial di dunia pada 2022 ini diestimasikan mencapai hampir 4 miliar orang.

Bila hitung secara kasar menggunakan skenario masing-masing pengguna media sosial menggunakan 10 media sosial di atas selama 5 menit sehari, maka total carbon footprint yang dihasilkan sebesar sekitar 80 miliar kg atau setara 80 juta ton karbon dioksida setiap tahunnya.

Kendati angkanya fantastis, jejak karbon yang dihasilkan dari penggunaan media sosial ini disebutkan bukan menjadi penyumbang utama dari carbon footprint yang dihasilkan oleh seseorang setiap tahunnya.

Setidaknya begitulah bila melihat riwayat carbon footprint dari penduduk Amerika Serikat, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Neowin, Selasa (22/2/2022).

Menurut laporan outlet media Neowin, orang AS rata-rata menghasilkan 15,52 ton carbon footprint setiap tahunnya.

Adapun kontributor utama pada angka jejak karbon itu berkaitan dengan bagaimana orang itu bepergian, apa yang orang itu makan, dan bagaimana orang menghangatkan rumahnya.

Apa itu jejak karbon atau carbon footprint?

Ilustrasi emisi karbon dari kendaraan Shutterstock/NadyGinzburg Ilustrasi emisi karbon dari kendaraan
Jejak karbon atau carbon footprint adalah jumlah emisi karbon dioksida (CO2) yang dihasilkan dari seluruh aktivitas seseorang atau entitas lain, termasuk gedung, perusahaan, negara, penyedia layanan digital, dan lainnya.

Jejak karbon mencakup emisi yang dihasilkan dari pembakaran bahan bakar fosil di pabrik, pemanas, transportasi, serta emisi yang diperlukan untuk menghasilkan listrik yang terkait dengan barang dan jasa yang dikonsumsi.

Baca juga: Media Sosial dari Facebook hingga LinkedIn Berwarna Biru, Ini Alasannya

Carbon footprint dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan, seperti kekeringan, berkurangnya sumber air bersih, cuaca ekstrem, bencana alam, dan lainnya, sebagaimana dihimpun dari laman Zero Waste Indonesia.

Jika carbon footprint semakin melimpah, dampak akhir yang dapat terjadi ialah perubahan iklim, sebagaimana dihimpun dari Sciencing.

Oleh karena itu, mengetahui jumlah jejak karbon yang dihasilkan dapat membantu manusia untuk mengurangi carbon footprint yang dihasilkannya, sehingga secara bersamaan ikut mengurangi dampak kerusakan lingkungan.

Anda bisa menghitung rata-rata carbon footprint yang Anda hasilkan ketika bermain media sosial.

Caranya ialah dengan menggunakan kalkulator jejak karbon media sosial yang disediakan oleh situs Compare then Market di tautan berikut ini.

Jadi, berapa karbon dioksida yang Anda hasilkan dari bermain media sosial setiap tahunnya?

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Neowin
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.