Kompas.com - 23/02/2022, 10:01 WIB

KOMPAS.com - Windows menjadi sistem operasi komputer yang terkenal di dunia. Selain Windows, Linux dan MacOS juga menjadi sistem operasi yang ditujukan untuk komputer.

Meski adopsinya tidak semasif yang lain, sistem operasi Linux dinilai lebih aman dari MacOS maupun Windows. Klaim ini berasal dari penelitian Google Project Zero yang belum lama diterbitkan.

Project Zero adalah tim peneliti keamanan Google yang bertugas mencari celah keamanan di berbagai platform.

Menurut riset itu, Linux lebih aman dibanding Windows dan MacOS. Aman di sini bukan berarti Linux benar-benar aman dan tidak terpapar kerentanan keamanan, melainkan karena pengembang di balik sistem operasi tersebut memelihara dan memperbaiki kelemahan keamanan atau bug dengan baik.

Pengembang Linux juga dinilai cepat tanggap dalam menangani kerentanan keamanan sistem operasinya.

Tim di project Zero mengamati kerentanan yang dilaporkan antara Januari 2019 hingga Desember 2021. Mereka menemukan bahwa rata-rata programer open source memperbaiki masalah Linux hanya dalam 25 hari.

Baca juga: 25.000 Komputer PNS Jerman Tinggalkan Windows, Beralih ke Linux

Mereka juga terus mempercepat proses penambalan kerentanan keamanan. Misalnya pada tahun 2019, proses penambalan kerentanan keamanan dilakukan dalam waktu satu bulan. Namun kini, proses tersebut dapat diselesaikan hanya dalam waktu dua minggu.

Dihimpun KompasTekno dari Gizchina, Rabu (23/2/2022), Linux lebih aman dibanding sistem operasi lain karena memiliki pengembang di seluruh dunia yang dapat meninjau kode dan memastikan tidak ada bug.

Penanganan bug di MacOs dan Windows

Apple sebagai perusahaan pengembang macOS membutuhkan waktu sekitar 69 hari atau dua kali lipat dibanding Linux. Sementara itu untuk Windows, Microsoft membutuhkan waktu hampir 3 bulan untuk memperbaiki bug atau 3 kali lebih lama dibanding programer Linux.

Riset itu juga menyebutkan Google dan Mozilla yang membutuhkan waktu masing-masing 44 dan 46 hari untuk memperbaiki bug. Secara umum Oracle menjadi perusahaan yang paling lama memperbaiki setiap bug dengan waktu rata-rata 109 hari.

Baca juga: Linux Bikin Aplikasi Pelacak Covid-19 Pakai Teknologi Apple-Google

Sementara itu untuk sistem operasi mobile, Project Zero menyebutkan Apple lebih cepat merilis patch keamanan untuk iOS dibanding Google untuk Android.

Secara umum, iOS menerima 76 laporan bug dan Apple memperbaikinya rata-rata dalam waktu 70 hari. Sementara Google dan Samsung menerima 6 laporan bug dan kedua perusahaan membutuhkan waktu rata-rata perbaikan seama 72 hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Membuat Avatar WhatsApp di HP Android dan iPhone, Sudah Coba?

Cara Membuat Avatar WhatsApp di HP Android dan iPhone, Sudah Coba?

Software
Punya Nintendo Switch? Sebentar Lagi Kalian Bisa Main 'Call of Duty'

Punya Nintendo Switch? Sebentar Lagi Kalian Bisa Main "Call of Duty"

Software
Memotret Konser HITC Jakarta 2022 dengan Galaxy S22 Ultra

Memotret Konser HITC Jakarta 2022 dengan Galaxy S22 Ultra

Gadget
Program Bangkit 2023 dari Google Tahun Ini Terima Siswa SMK, Ini Link Daftarnya

Program Bangkit 2023 dari Google Tahun Ini Terima Siswa SMK, Ini Link Daftarnya

Gadget
Buat Akun Telegram Kini Bisa Tanpa Nomor HP SIM Card

Buat Akun Telegram Kini Bisa Tanpa Nomor HP SIM Card

Software
Muncul Menu Baru “Avatar” di Aplikasi WhatsApp, Apa Itu?

Muncul Menu Baru “Avatar” di Aplikasi WhatsApp, Apa Itu?

Software
Kami Bawa Samsung Galaxy Z Flip 4 ke Festival Musik HITC Jakarta 2022, Ini Rasanya

Kami Bawa Samsung Galaxy Z Flip 4 ke Festival Musik HITC Jakarta 2022, Ini Rasanya

Gadget
Telkomsel Rilis Paket 'Bundling' Langganan Kompas.id, Harga Rp 55.000

Telkomsel Rilis Paket "Bundling" Langganan Kompas.id, Harga Rp 55.000

Gadget
Instagram Reels dan Stories Fitur yang Digemari Gen Z di Indonesia

Instagram Reels dan Stories Fitur yang Digemari Gen Z di Indonesia

Internet
Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Cara Pantau Kondisi Terkini Erupsi Gunung Semeru lewat Google Maps

Software
Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

Pura-pura Hamil, Wanita Selundupkan 200 Prosesor Intel dan iPhone

e-Business
Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet 5G Vs 4G di Indonesia, Segini Beda Kecepatannya

Internet
Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

Karyawan Induk Facebook yang Di-PHK Protes Tak Dapat Pesangon Sesuai Janji

e-Business
YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

YouTube Klaim Sumbang Rp 7,5 Triliun untuk PDB Indonesia

e-Business
[POPULER TEKNO] 'Rahasia' Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

[POPULER TEKNO] "Rahasia" Bola Piala Dunia 2022 | Fitur Avatar WhatsApp Resmi | Ada yang Beda dari Tampilan Grup WhatsApp

Internet
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.