Upaya Facebook dan Twitter Lindungi Pengguna di Ukraina

Kompas.com - 25/02/2022, 18:33 WIB

KOMPAS.com - Facebook ikut berperan melindungi pengguna di Ukraina, yang kini tengah menghadapi invasi dari Rusia. Perusahaan yang dipimpin Mark Zuckerberg itu mengaktifkan fitur yang memungkinkan pengguna mengunci profil mereka di Facebook.

Fitur kunci profil merupakan akses cepat ke fitur privasi dan keamanan tambahan yang dapat digunakan pengguna. Dengan fitur ini, pengguna Facebook di Ukraina dapat mengunci profilnya, sehingga tidak sembarang orang dapat mengunduh atau membagikan foto profilnya.

"Saat profil mereka dikunci, orang lain yang bukan termasuk temannya (di Facebook) tidak dapat mengunduh atau membagikan foto profil mereka atau melihat postingan di linimasanya," kata Kepala Kebijakan Keamanan Meta, Nathaniel Gleicher.

Jejaring sosial ini juga membuat "Special Operations Center" dan membentuk tim khusus agar pengguna mengetahui perkembangan yang terjadi di Ukraina.

Baca juga: Wilayah Udara Ukraina Terlihat Kosong di FR24 Pasca-serangan Rusia

"Menanggapi konflik militer yang sedang berlangsung di Ukraina, kami telah membentuk Pusat Operasi Khusus untuk merespons secara real time. Fasilitas ini dikelola oleh para ahli, sehingga kami dapat memantau situasi dengan cermat dan bertindak secepat mungkin," ujar Gleicher.

Upaya ini hampir selalu dilakukan Facebook di wilayah yang menghadapi kondisi darurat. Sebelumnya Facebook juga mendorong pengguna untuk mengaktifkan fitur kunci profil di Afghanistan.

Perusahaan mencatat bahwa upaya ini sangat membantu jurnalis, aktivis dan pengguna lainnya yang berisiko menjadi target.

Twitter bagikan tips aman untuk pengguna Ukraina

Twitter juga berupaya melindungi penggunanya di Ukraina. Pada Kamis (24/2/2022) Twitter mengunggah tips mengamankan akun dari peretasan, memastikan tweet mereka diprivat hingga menonaktifkan akun. Tips itu tersedia dalam bahasa Inggris, Rusia serta Ukraina.

Baca juga: Harga Bitcoin dkk Anjlok, Imbas Perang Rusia-Ukraina

"Saat menggunakan Twitter di zona konflik atau area berisiko tinggi lainnya, penting untuk mengetahui cara mengontrol akun dan data digital Anda," demikian kata Twitter dalamcuitannya.

Tips dari Twitter mencakup juga rekomendasi untuk memperkuat kata sandi, cara mengetahui apakah akun disusupi hingga mengatur fitur autentikasi 2 faktor untuk mengkases akun. Twitter juga menjelaskan cara mendapatkan kembali akses akun jika akun pengguna di Ukraina disusupi atau bahkan diretas.

Sementara untuk menonakifkan akun, pengguna dapat mengaktifkan fitur tersebut melalui pengaturan dan mengembalikannya dalam waktu 30 hari.

"Jika Anda merasa yang paling aman adalah menghapusakun, menonaktifkan akun Twotter bisa menjadi langkah awal, sehingga nama pengguna, profil, dan tweet Anda tidak dapat dilihat, kecuali Anda mengaktifkannya dalam waktu 30 hari," kata Twitter.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Menghilangkan Notifikasi Pengguna Baru Bergabung Telegram di iOS dan Android

Cara Menghilangkan Notifikasi Pengguna Baru Bergabung Telegram di iOS dan Android

Software
6 Fitur Baru ColorOS 12.1, Eksklusif di Oppo Reno 8 Series

6 Fitur Baru ColorOS 12.1, Eksklusif di Oppo Reno 8 Series

Software
Produksi iPhone 14 Disebut Aman dari Gejolak Konflik China-Taiwan

Produksi iPhone 14 Disebut Aman dari Gejolak Konflik China-Taiwan

Gadget
Penipuan Royalti Terbesar di YouTube Rugikan Rp 338 Miliar

Penipuan Royalti Terbesar di YouTube Rugikan Rp 338 Miliar

Software
2 Cara Registrasi Kartu XL dengan Mudah via SMS dan Website

2 Cara Registrasi Kartu XL dengan Mudah via SMS dan Website

e-Business
TWS Oppo Enco Air2 Pro dan Enco Buds2 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 400.000

TWS Oppo Enco Air2 Pro dan Enco Buds2 Resmi di Indonesia, Harga Mulai Rp 400.000

Gadget
YouTube Siapkan Toko Online untuk Langganan Konten dari Platform Streaming Lain

YouTube Siapkan Toko Online untuk Langganan Konten dari Platform Streaming Lain

e-Business
Xiaomi Pamer Mobil Listrik Pesaing Tesla yang Bisa “Nyopir” Sendiri

Xiaomi Pamer Mobil Listrik Pesaing Tesla yang Bisa “Nyopir” Sendiri

e-Business
Line Splitbill Punya Fitur Baru untuk Tagih Teman yang Belum Bayar Patungan

Line Splitbill Punya Fitur Baru untuk Tagih Teman yang Belum Bayar Patungan

Software
Oppo Reno 8 Pro 5G dan Reno 8 Z 5G Resmi Diumumkan di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Oppo Reno 8 Pro 5G dan Reno 8 Z 5G Resmi Diumumkan di Indonesia, Ini Spesifikasi Lengkapnya

Gadget
Samsung Galaxy Z Flip 4 Punya Fitur Andalan FlexCam, Apa Itu?

Samsung Galaxy Z Flip 4 Punya Fitur Andalan FlexCam, Apa Itu?

Gadget
Oppo Reno 8 Versi 5G dan 4G Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Oppo Reno 8 Versi 5G dan 4G Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Ada Celah Keamanan, Hacker Rawan Bobol MacOS lewat Aplikasi Zoom

Ada Celah Keamanan, Hacker Rawan Bobol MacOS lewat Aplikasi Zoom

Software
2 Cara Registrasi Kartu Axis via SMS dan Website dengan Mudah

2 Cara Registrasi Kartu Axis via SMS dan Website dengan Mudah

e-Business
Vivo Y35 4G Meluncur di Indonesia dengan Snapdragon 680, Ini Harganya

Vivo Y35 4G Meluncur di Indonesia dengan Snapdragon 680, Ini Harganya

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.