Kompas.com - 04/03/2022, 12:31 WIB

KOMPAS.com - Invasi Rusia ke Ukraina yang bermula sejak Kamis (24/2/2022) turut berdampak ke sejumlah sektor dan industri di Rusia, termasuk industri penerbangan.

Kini, produsen pesawat Airbus dan Boeing kompak menangguhkan pengiriman suku cadang pesawat untuk maskapai-maskapai Rusia.

Selain itu, mereka juga mengatakan pihaknya tengah menyetop dukungan teknis dan perbaikan pesawat dari berbagai maskapai asal Rusia, sebagai bentuk sanksi dari invasi Rusia ke Ukraina.

Menurut lembaga konsultan IBA, Rusia menyumbang 6 persen jumlah pesawat di dunia di 2021. Sebagai contoh, Maskapai Rusia Aeroflot mengoperasikan berbagai jenis pesawat produksi Airbus, seperti 53 pesawat A320, 28 pesawat A321, 10 pesawat A330, dan 4 pesawat A350 XWB.

Baca juga: Facebook, YouTube, hingga TikTok Kompak Blokir Akun Milik Rusia

Sementara untuk armada Boeing Aeroflot, terdapat 29 pesawat B737 dan 20 pesawat B777.

Secara keseluruhan, berdasarkan data Circum Fleets, maskapai-maskapai asal Rusia sendiri memiliki sekitar 332 unit pesawat Boeing dan 304 unit pesawat Airbus, atau sekitar duapertiga dari jumlah pesawat yang ada di Rusia.

Di luar Airbus dan Boeing, Aeroflot diketahui mengoperasikan pesawat Sukhoi Superjet, Tupolev, dan Ilyushin.

Belum diketahui sampai kapan sanksi ini akan diterapkan Boeing dan Airbus.

Kanibal

Namun dikutip KompasTekno dar The Guardian, Jumat (4/3/2022), maskapai asal Rusia yang pesawatnya butuh suku cadang pengganti, akan mendapatkan kesulitan dalam proses perbaikan pesawat.

Salah satu efeknya adalah mereka bisa mengambil suku cadang pesawat dari pesawat lain yang sama, atau kanibal suku cadang dari pesawat lain.

Baca juga: Ini Maskapai Penerbangan Pertama yang Pakai Fitur Bisnis WhatsApp

Suku cadang ini, menurut sejumlah analis, mungkin bisa berasal dari pesawat yang tengah diparkirkan dan tidak beroperasi.

Adapun kebutuhan akan suku cadang dan perbaikan pesawat ini akan sangat bergantung pada berapa jumlah pesawat yang dimiliki sebuah maskapai penerbangan, begitu juga berapa jumlah suku cadang yang mereka miliki di gudang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.