Kompas.com - 07/03/2022, 13:02 WIB

KOMPAS.com - Salah satu penerbit (publisher) game kenamaan di dunia, yaitu Activision Blizzard, menyetop penjualan game dan layanan mereka ke Rusia, pasca-invasi Negeri Beruang Merah ke Ukraina sejak beberapa pekan lalu.

Pengumuman ini disampaikan Activision Blizzard melalui sebuah surat yang dikirimkan President Activision Blizzard, Daniel Alegre kepada karyawannya. Selain menyetop penjualan game, mereka juga bakal membantu karyawan mereka yang terdampak perang di Ukraina. 

"Kami mencoba sebisa mungkin untuk membantu para karyawan dan keluarga mereka yang terkena dampak invasi Rusia ke Ukraina ini. Apabila Anda membutuhkan bantuan, jangan sungkan untuk meminta," kata Alegre dalam sebuah surat.

Baca juga: EA Sports Hapus Klub dan Timnas Rusia dari Game FIFA 22 dan NHL 22

Selain Activision Blizzard, publisher game raksasa lainnya, yaitu Epic Games juga melakukan hal yang sama. Hal ini diumumkan mereka lewat sebuah unggahan Twitter dengan handle @EpicNewsroom. Meski demikian, mereka tidak memblokir akses game ke seluruh pemain Rusia.

"Kami tidak memblokir akses ke alat komunikasi (aplikasi) Epic Games dan pemain (Rusia) bisa tetap online," tulis Epic Games.

Banyak perusahaan game yang blokir Rusia

Selain Activision Blizzard dan Epic Games, sejumlah perusahaan game lainnya juga telah memberikan sanksi kepada Rusia atas apa yang mereka lakukan di Ukraina.

Microsoft, misalnya, memblokir seluruh penjualan produk dan layanan terbaru mereka dari berbagai lini bisnis, seperti produk dan game Xbox, Windows, Office, dan lain sebagainya di Rusia dan negara sekutunya, Belarusia.

Baca juga: Microsoft Berhenti Jual Produk dan Layanan di Rusia

Kemudian, ada EA Games yang menghapus seluruh tim asal Rusia yang berada di dalam dua game bikinan mereka, yaitu FIFA dan NHL, selain menyetop penjualan game mereka di dua negara yang sama dengan Microsoft.
 
Ada pula pembuat game Cyberpunk 2077, CD Projekt Red yang turut mengambil langkah serupa untuk menghentikan penjualan game digital dan fisik mereka di Rusia dan Belarusia, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari TheVerge, Senin (7/3/2022).
 
Terkait game sendiri, Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Federov juga sempat mengirimkan surat ke sejumlah perusahaan game skala global seperti Epic Games, Nintendo, Rockstar, hingga Tencent untuk menyetop penjualan game mereka di Rusia.
 
Sebelumnya, ia juga sempat mengirimkan surat ke Xbox dan PlayStation untuk memblokir akun-akun yang berasal dari Rusia untuk sementara waktu, serta menghadang mereka untuk mengikuti kegiatan atau kompetisi e-sports skala dunia.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.