Balas Dendam, Rusia Balik Blokir Facebook dan Twitter

Kompas.com - 07/03/2022, 13:50 WIB

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu, Facebook memblokir media yang disponsori pemerintah Rusia, seperti Sputnik dan Russia Today (RT), untuk menjalankan iklan dan monetisasi di platform-nya.

Langkah ini diambil pasca-invasi Rusia ke Ukraina akhir Februari lalu. Hal yang sama juga dilakukan oleh perushaaan mikroblogging Twitter. Aksi pembatasan oleh beberapa perusahaan teknologi tersebut tampaknya membuat Rusia geram. 

Kini, Rusia berbalik untuk memblokir akses Facebook dan Twitter di Negeri Beruang Merah. Pengawas media Rusia, Roskomnadzor mengumumkan pada Jumat (4/3/2022) bahwa pihaknya telah memblokir akses ke kedua platform tersebut.

Menurut Roskomnadzor, penangguhan itu merupakan upaya balasan kepada Facebook dan Twitter yang telah memblokir akses media pemerintah milik Rusia.

Baca juga: Ukraina Minta agar Internet Rusia Diblokir Total, ICANN Menolak

Roskomnadzor menuding Facebook bersikap "diskrimintif", sekaligus menyinggung soal 26 kasus "diskriminasi" terhadap media Rusia sejak bulan Oktober 2020. Roskomnadzor mengatakan, pembatasan yang dilakukan Facebook mencederai "hak dan kebebasan warga negara Rusia"

Akibat pemblokiran ini, warga Rusia kesulitan untuk mengakses kedua media sosial populer tersebut, mengakibatkan putusnya salah satu sumber informasi yang datang dari luar Rusia.

President Global Affairs Meta (induk perusahaan Facebook), Nick Clegg mengatakan pihaknya tengah berupaya untuk segera mengembalikan layanan Facebook bagi warga Rusia.

Clegg juga menyampaikan bahwa pihaknya memblokir akses dan tak lagi akan menampilkan iklan dari Rusia. Kebijakan ini, menurut Clegg, berlaku secara global termasuk di negara Rusia.

"Sesaat lagi, jutaan warga Rusia akan kesulitan mengakses informasi, kehilangan cara untuk berhubungan dengan keluarga dan teman-teman, serta mendapat pembungkaman," kata Clegg.

"Kami akan terus mengupayakan apapun demi layanan kembali pulih, sehingga layanan kami kembali tersedia bagi orang-orang untuk berekspresi secara aman dan terjamin," imbuhnya.

Clegg menambahkan, lantaran operasional layanan Facebook tersendat, maka iklan yang dituujukan bagi pengguna di Rusia akan ditangguhkan sementara. Pengiklan Rusia pun tidak lagi bisa membuat atau menjalankan iklan secara global.

Baca juga: Google Blokir Media Pemerintah Rusia di Play Store

Pemblokiran Twitter di Rusia justri diungkap oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina Mykhailo Fedorov melalui sebuah postingan di Telegram dengan bahasa Ukraina.

Tangkapan layar postingan Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov di Telegram yang mengungkap pemblokiran Twitter oleh Rusia.Telegram/Mykhailo Fedorov Tangkapan layar postingan Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov di Telegram yang mengungkap pemblokiran Twitter oleh Rusia.

Dilaporkan CBS News, perwakilan Twitter mengaku mengetahui pemblokiran ini, namun Twitter mengeklaim saat ini tidak melihat perbedaan signifikan akibat pemblokiran.

Menurut perusahaan riset dan keamanan Top 10 VPN, sejak Rusia invasi ke Ukraina, ada lebih dari 5.000 yang masuk daftar "penolakan".

Dihimpun KompasTekno dari CBS News, Minggu (6/3/2022), langkah blokir yang digaungkan Rusia juga berimbas pada sejumlah situs media asing seperti BBC, Voice of America, Radio Free Europe/Radio Liberty, Deutsche Welle dan media lainnya.

Kompak batasi layanan di Rusia

Sebelumnya, perusahaan teknologi telah berbondong-bondong membatasi media yang disponsori pemerintah Rusia, seperti Sputnik dan RT News. Facebook telah memblokir media yang didukung pemerintah Rusia untuk menjalankan iklan dan monetisasi di platform-nya.

Baca juga: Facebook, YouTube, hingga TikTok Kompak Blokir Akun Milik Rusia

Senada dengan Facebook, Twitter ikut membatasi peredaran iklan dari Rusia pasca-invasi ke Ukraina. Tidak hanya diberlakukan di Rusia saja, Twitter juga memblokir iklan di Ukraina, demi memastikan visibilitas informasi keselamatan publik.

Twitter menangguhkan beberapa rekomendasi tweet dari orang-orang yang tidak memiliki banyak pengikut hingga linimasa yang mengarahkan pengguna ke Moment Twitter yang menyertakan informasi keamanan digital.

Perusahaan juga mengatakan pihaknya secara proaktif memonitor twit agar dapat mendeteksi praktik manipulasi platform-nya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber CBS News


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.