Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Apa Itu Domain? Mengenal Fungsi serta Jenisnya

Kompas.com - 13/03/2022, 14:15 WIB
Zulfikar Hardiansyah

Penulis

KOMPAS.com - Saat akan mengunjungi sebuah situs web di browser, pengguna perlu memasukkan alamatnya, misalnya “www.kompas.com”. Alamat itulah yang dinamakan sebagai domain dalam internet.

Namun, dalam domain itu, punya beberapa unsur penyusunnya. Bagi Anda yang ingin mengetahui apa itu domain, serta fungsi dan jenisnya, simak penjelasan berikut ini.

Baca juga: Macam-macam Browser Internet untuk HP dan Komputer

Pengertian domain

Dalam pengertian secara harfiah, arti dari domain adalah sebuah bidang atau ruang kekuasaan, tempat di mana orang bebas beraktivitas secara otoritatif. Domain layaknya sebuah rumah, hanya pemiliknya yang punya wewenang untuk mengelola.

Sementara itu, dalam pengertian teknis di internet, domain adalah sebuah tempat, rumah, atau lokasi dari website dan hanya pemiliknya yang berhak untuk mengelola. Untuk menuju ke tempat atau domain website itu, tentulah membutuhkan suatu alamat.

Alamat itu yang biasa diketik pengguna pada kolom URL (Universal Resource Locator) di sebuah browser, misalnya “www.google.com”. Alamat domain dari website terdiri dari beberapa unsur.

Misalnya dari contoh alamat domain website Google tersebut, bakal terlihat unsurnya sebagai berikut:

  • Subdomain: “www”
  • Nama domain: “google”
  • Ekstensi domain: “.com”

Masing-masing unsur tersebut punya fungsi memperjelas dan mempertegas di mana tempat Google berada dalam internet, sehingga pengguna bisa sampai ke lokasi tujuan secara tepat saat mengeksekusinya di kolom URL.

URL sendiri sebenarnya hampir sama dengan alamat domain, yang membedakannya adalah URL merupakan alamat lengkap dari sebuah domain website, sedangkan alamat domain menjadi salah satu bagiannya saja.

Di kolom URL pada sebuah browser biasanya bakal tertulis seperti misalnya “https://www.google.com/abcdef”. Jadi URL berisi tambahan unsur alamat yang lebih lengkap, yakni “https” dan “page”.

“Https” berada di depan alamat domain website, yang berfungsi sebagai protokol untuk mengamankan perjalanan pengguna saat menuju alamat tersebut.

Sementara “page” berada di belakang alamat domain website, pada contoh tersebut “page” tertulis “abcdef”, yang berarti pengguna sedang mengunjungi Google dan berada di halaman “abcdef”.

“Page” dalam URL berfungsi untuk menunjukkan keberadaan pengguna secara spesifik dalam sebuah domain website di internet.

Fungsi domain

Internet sendiri merupakan jaringan komputer raksasa antar wilayah secara global, yang bisa terhubung satu sama lain melalui berbagai sambungan, bisa lewat kabel, satelit, maupun seluler.

Setiap komputer kini bisa berkomunikasi atau berinteraksi dengan komputer lain di internet. Tiap komputer tersebut memiliki alamat IP (Internet Protocol) sebagai identitas untuk bisa saling mengenali dan dan berkomunikasi dengan yang lainnya.

Alamat IP merupakan kombinasi angka sebagai identitas suatu komputer di internet. Dulu, mengakses website diperlukan untuk memasukkan alamat IP milik suatu komputer atau server.

Tentu bakal merepotkan apabila harus memasukkan alamat IP untuk mengakses website. Pengguna harus hafal susunan angka dari alamat IP dari sebuah server yang membuat website tersebut.

Hadirnya domain ditujukan untuk mempermudah pengguna yang ingin mengakses website milik sebuah komputer atau server. Sekarang, pengguna hanya cukup memasukkan nama domain website supaya bisa mengaksesnya.

Dengan demikian, fungsi domain adalah untuk mempermudah pengguna mengakses website tanpa harus repot memasukkan alamat IP dulu. Ini dimungkinkan terjadi karena adanya jaringan server global yang membentuk Domain Name System (DNS).

Saat pengguna memasukkan nama domain ke browser, server DNS akan mencari alamat IP milik server website yang terkait dengan nama domain tersebut.

Baca juga: 6 Macam Perangkat Keras untuk Mengakses Internet di Komputer

Setelah ditemukan, server DNS bakal menampilkan hasil pencariannya ke browser, sehingga pengguna bisa melihat konten atau informasi dari website yang dituju.

Selain mempermudah mengakses website, fungsi domain adalah menjadi identitas dari sebuah server website supaya pengguna tidak salah alamat saat mengunjunginya. Nama domain antar website selalu memili perbedaan.

Tak seorang pun bisa menggunakan nama domain yang sudah terdaftar atas nama orang lain. Sementara itu, ada berbagai macam jenis domain yang kerap digunakan pengguna untuk membuat website, berikut penjelasannya.

Jenis domain

Sebagimana dikatakan di awal, domain tersusun dari tiga unsur, yakni subdomain, nama domain, dan ekstensi domain.

Dari tiga unsur tersebut, diperoleh tiga jenis domain yang meliputi Top Level Domain, Second Level Domain, dan Third Level Domain, sebagaimana dilansir platform penyedia layanan web hosting, Hostinger.

1. Top Level Domain

Top Level Domain atau TLD merupakan ekstensi domain yang berada di akhir dalam susunan alamat domain website. TLD biasaya berfungsi untuk menjadi identitas dari sebuah webiste, bisa terkait asal negara, fitur, dan sebagainya.

TLD yang mungkin sering dijumpai dan digunakan adalah “.com”. Namun, sebenarnya ada berbagai macam ekstensi domain yang bisa digunakan untuk jadi identitas dari sebuah website.

Country Code Top Level Domain

Country Code TLD (CCTLD) merupakan ekstensi domain yang berfungsi untuk menunjukkan identitas asal negara dari sebuah website.

Website dengan CCTLD biasanya berisi konten yang ditujukan secara khusus untuk masyarakat di negara tersebut. Ekstensi domain dalam CCTLD biasanya menggunakan inisial negara, seperti “.id” untuk Indonesia, “.au” untuk Australia, dan sebagainya.

CCTLD juga memiliki variasi lain yang biasa digunakan untuk menjadi identitas khusus berdasar tujuan penggunaanya, misalnya sebagai berikut:

  • “.ac.id” – contoh domain untuk universitas
  • “.sch.id” – contoh domain untuk sekolah
  • “.web.id” – contoh domain untuk organisasi
  • “.go.id” – contoh domain untuk pemerintahan
  • “.co.id” – contoh domain untuk kegiatan perdagangan

Generic Top Level Domain

Generic TLD (GTLD) adalah ekstensi domain yang biasa dipakai oleh berbagai pengguna secara umum. Biasanya, ekstensi domain ini memiliki nama yang sesuai dengan fitur penggunaan website-nya.

  • ".com" – singakatan dari commercial yang berarti website untuk umum atau bisnis.
  • ".edu" – singkatan dari education yang berarti website untuk pendidikan.
  • ".org" – singkatan dari organization yang berarti website untuk keorganisasian
  • ".net" – singkatan dari network yang berarti website untuk berjejaring
  • ".gov" – singkatan dari government yang berarti website untuk pemerintahan

2. Second Level Domain

Second Level Domain atau SLD merupakan nama domain yang terletak di antara subdomain dan ekstensi domain. Misalnya, dalam domain “www.kompas.com” yang menjadi nama domain-nya adalah “kompas”.

Pengguna bisa membuat nama domain secara bebas, selama belum digunakan oleh orang lain. Nama domain ini berkaitan dengan TLD. Misal nama domain website untuk perguruan tinggi di Indonesia, kebanyakan diakhiri dengan TLD “.ac.id”

3. Third Level Domain

Third Level Domain merupakan subdomain yang berada paling depan sebelum nama domain. Berbeda dengan nama domain, pengguna tidak perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu pada subdomain.

Subdomain “www” yang berada di depan nama domain berfungsi untuk menunjukkan bahwa website termasuk dalam bagian world wide web. Subdomain biasanya juga digunakan untuk membuat bagian terpisah dari website.

Misalnya, “support.google.com” berarti website tersebut merupakan bagian dari website Google yang secara khusus berisi tentang dukungan pada pengguna.

Secara umum, untuk mendapatkan nama domain beserta ekstensinya, pengguna perlu membelinya terlebih dahulu pada server tertentu.

Baca juga: Mengapa Koneksi Internet Jadi Lemot saat Hujan?

Biasanya kini nama domain dan ekstensinya bisa diperoleh dengan mudah lewat platform penyedia layanan pembuatan website. Itulah mengenai penjelasan apa itu domain, serta fungsi dan jenisnya, semoga bermanfaat.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com