Menghilang, Ribuan Aplikasi yang Sudah Diunduh 218 Juta Kali di Rusia

Kompas.com - 18/03/2022, 11:01 WIB
Penulis Lely Maulida
|

KOMPAS.com - Sejumlah perusahaan membatasi bahkan menutup layanannya di Rusia setelah invasi terhadap Ukraina dimulai. Data terbaru dari Sensor Tower menunjukkan, hampir 7.000 atau tepatnya 6.982 aplikasi mobile sudah menarik diri dari App Store di Rusia.

Kini, ribuan software tersebut tak dapat lagi ditemui pengguna Apple di Rusia padahal aplikasi-aplikasi tersebut bisa dibilang sangat populer di Rusia.

Menurut Sensor Tower, deretan aplikasi itu sudah diunduh sekitar 218 juta kali oleh pengguna iPhone dan iPad di Rusia. Jumlah ini mewakili sekitar 3 persen dari 6,6 miliar download aplikasi iOS secara global.

Baca juga: Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Industri Teknologi Global

Penghapusan aplikasi di App Store tersebut terkait dengan keputusan beberapa perusahaan untuk menarik diri dari Rusia sebagai bagian dari sanksi ekonomi yang diberlakukan pemerintah AS.

Ada banyak merek di lintas bidang bisnis yang hengkang dari Rusia, seperti McDonald's, Apple, Microsoft, Disney, IKEA, H&M, Adidas, Starbucks, hingga raksasa pembayaran Visa, Mastercard serta Amex.

Untuk itu, mereka juga menarik aplikasinya dari Rusia, termasuk aplikasi yang tersedia di App Store.

Beberapa pengembang game juga menarik game buatannya dari Rusia yaitu Zynga, Supercell, Take-Two (Rockstar Game).

Adapun game ternama yang dihapus dari Rusia antara lain Brawl Stars, Clash of Clans, Clash Royale, Hay Day, Grand Theft-Auto, Farmville 3, Harry Potter: Puzzles & Spells, Empires & Puzzles, Solitaire, Zynga Poker, dan lainnya.

Netflix belum lama ini juga menarik aplikasinya dari Rusia, bersamaan dengan aplikasi kencan online, seperti Bumble dan Badoo. Aplikasi lainnya yang tidak lagi tersedia di negara itu yakni aplikasi milik Adobe, meliputi Adobe Photoshop dan Illustrator.

Baca juga: Dalam Semalam, Instagram Kehilangan 80 Juta Pengguna di Rusia

Dirangkum KompasTekno dari TechCrunch, Jumat (18/3/2022), Rusia bukan satu-satunya negara yang terdampak penghapusan aplikasi. Sebab, banyak pengembang juga menghapus aplikasi dan game mereka dari App Store di Belarus, yaitu negara tetangga dan sekutu Rusia.

Menurut Sensor Tower, 5.900 aplikasi dihapus dari App Store Belarus sejak invasi dimulai. Angka ini naik dari 73 persen dibanding 2 minggu pertama Februari, yaitu 3.418 aplikasi.

Apple sendiri secara rutin menghapus aplikasi lawas yang sudah tidak diperbarui oleh pengembangnya di App Store. Namun sejak invasi (24 Februari-14 Maret) jumlah aplikasi yang dihapus, naik hingga 105 persen dibanding dua minggu pertama Februari.

Pada periode sebelumnya atau sebelum invasi dimulai, jumlah aplikasi yang dihapus dari App Store Rusia hanya mencapai 3.404 aplikasi. Jumlah ini setara dengan penghapusan aplikasi di pasar lain seperti di Amerika Serikat (AS), yaitu sekitar 3.422 aplikasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber TechCrunch
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.