Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 21/03/2022, 16:15 WIB

1. Minim latensi

Teknologi jaringan seluler 5G idealnya beroperasi pada spektrum frekuensi radio milimeter dalam rentang 30 GHz hingga 300 GHz. Dalam spektrum frekuensi tersebut, jaringan 5G mampu mentransmisikan data dalam jumlah besar sekaligus dengan minim latensi.

Latensi sendiri merupakan istilah untuk menyebut kecepatan transmisi data per detik, biasanya menggunakan satuan milisecond (ms). Semakin rendah latensi yang dihasilkan suatu jaringan seluler maka semakin cepat pula data diterima dan diproses perangkat.

Jaringan 5G bisa menghasilkan latensi yang rendah daripada 4G, yakni berkisar 1 ms hingga 10 ms. Sementara itu, latensi dari jaringan 4G masih berada pada kisaran 20 ms hingga 30 ms.

2. Kapasitas koneksi yang besar

Dikutip dari CIO, pengguna spektrum frekuensi tersebut memungkinkan jaringan 5G untuk memiliki kapasitas koneksi yang besar dengan minim gangguan. Jaringan 5G bisa merambat dengan stabil meski terdapat penghalang seperti dinding atau gedung yang tinggi.

Kemudian, jaringan 5G juga diperkirakan mampu untuk digunakan hingga satu juta perangkat per 1 kilometer persegi. Artinya, gangguan koneksi internet akibat terlalu banyak pengguna dalam satu wilayah bisa diminimalisir oleh jaringan 5G.

3. Menggerangkan berbagai alat dalam satu perangkat

Dengan keunggulan jaringan 5G tersebut, baik dari segi latensi dan kapasitas koneksi, memungkinkan untuk dipakai dalam menggerakan beberapa alat sekaligus menggunakan satu perangkat atau dikenal dengan konsep IoT (Internet of Things).

Jaringan dengan latensi yang rendah dan kapasitas koneksi yang besar sangat dibutuhkan dalam memperbesar skala IoT.

Baca juga: Mengenal Internet of Things (IoT) dan Hubungannya dengan 5G?

Untuk saat ini, mungkin IoT yang paling sederhana adalah smart home, yang memungkinkan pengguna bisa menggerakkan alat-alat rumah, seperti lampu, kulkas, atau penanak nasi, secara bersamaan lewat layar ponsel.

Dengan hadirnya jaringan 5G, alat yang bisa dihubungkan dan dioperasikan lewat satu perangkat bakal bisa lebih besar dan jauh lagi cakupannya. Jaringan 5G memungkinkan untuk menghubungkan dan mengoperasikan alat di satu kota atau dikenal dengan smart city.

4. Interaksi secara real-time

Fakta 5G yang berikutnya adalah jaringan ini mampu dimanfaatkan untuk berinteraksi secara real-time melalui teknologi virtual reality (VR) atau augmented reality (AR), berkat keunggulan yang dimilikinya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.