Instagram dan Facebook Diblokir tapi WhatsApp Tidak, Rusia Tidak Berani?

Kompas.com - 23/03/2022, 08:09 WIB

KOMPAS.com - Dua aplikasi jejaring sosial milik Meta Platforms Inc. (dulu Facebook Inc.), yaitu Instagram dan Facebook resmi diblokir di Rusia, sejak Senin (21/3/2022).

Namun yang menarik, WhatsApp tidak ikut diblokir dan tetap bisa digunakan seperti biasa di Rusia. Padahal, aplikasi perpesanan instan itu juga berada di bawah naungan Meta. Apa alasannya?

Sebelumnya, perlu diketahui terlebih dulu, asal muasal Instagram dan Facebook dilarang beroperasi di Rusia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan kantor berita Rusia TASS, Rusia menilai bahwa Meta telah melakukan "aktivitas ekstrem" setelah membatasi pergerakan sejumlah pihak yang berasal dari Rusia di platform milik Meta.

Misalnya, pasca-Rusia menginvasi Ukraina, Facebook telah terlebih dahulu memblokir akses media pemerintah Rusia, seperti Sputnik dan Russia Today (RT) untuk menjalankan iklan dan monetisasi di platform-nya.

Sementara upaya penangguhan terhadap Instagram dilakukan setelah Meta mengizinkan pengguna media sosial di Ukraina memposting pesan kekerasan yang ditujukan kepada Presiden Vladimir Putin dan pasukan Rusia yang melakukan operasi militer di Ukraina sejak 24 Februari lalu.

Meta juga dituduh mengabaikan pemerintah Rusia yang telah meminta pihaknya untuk menghapus berita palsu terkait tindakan militer Rusia di Ukraina, berikut seruan berisi protes anti-perang di Rusia.

Nah, WhatsApp sebagai aplikasi perpesanan dinilai tidak ikut melakukan "aktivitas ekstrem" tersebut.

"Keputusan (pemblokiran) itu tidak berlaku untuk WhatsApp messenger milik Meta, karena kurangnya peran WhatsApp untuk penyebaran informasi publik," kata pengadilan, sebagaimana dikutip dari Reuters.

Pengadilan agaknya menilai WhatsApp tidak memiliki fungsi yang sama konteks penyebaran berita. Makanya, WhatsApp tetap diperbolehkan beroperasi di Negeri Beruang Merah itu.

Baca juga: Dampak Perang Rusia-Ukraina ke Industri Teknologi Global

Takut diprotes warga?

Namun, di sisi lain, pakar dan orang-orang dalam Rusia yang dekat dengan isu ini menduga, alasan sebenarnya WhatsApp tidak ikut diblokir adalah karena WhatApp memiliki pengguna yang terlalu besar di Rusia.

Ilustrasi WhatsAppbusinessinsider.com Ilustrasi WhatsApp
Menurut data Statista per Januari 2022, WhatsApp tercatat memiliki rata-rata pengguna bulanan sebanyak 83,8 juta pengguna. Bila dibandingkan dengan populasi Rusia yang berjumlah 145 juta jiwa, pengguna WhatsApp sudah lebih dari setengahnya.

Angka pengguna WhatsApp itu juga jauh di atas rata-rata pengguna bulanan di Instagram dan Facebook. Berdasarkan data yang sama, Instagram dan Facebook masing-masing hanya memiliki 67 juta dan 37 juta pengguna bulanan per Januari 2022.

Karena basis penggunanya yang besar, seorang peneliti di Dewan Hubungan Luar Negeri, Alena Epifanova menduga para pejabat Rusia enggan mengambil risiko diserang atau diprotes warga jika ikut memblokir WhatsApp.

"Negara sedang mencoba menghitung kerugian tambahan,” kata Epifanova, seraya menambahkan bahwa WhatsApp di Rusia sebagian besar netral secara politik. Artinya, WhatsApp hanya digunakan oleh orang-orang Rusia untuk mengobrol dengan teman sekelas atau keluarga mereka.

Di tengah kecaman dunia dan pemberlakukan berbagai sanksi ekonomi ke Rusia, pemblokiran aplikasi WhatsApp yang notabene banyak digunakan di Rusia, kemungkinan besar dapat memantik protes dari warga.

Senada dengan Epifanova, pakar komunikasi yang berbasis di Moskow, Alena Georgobiani juga percaya WhatsApp dilindungi oleh jumlah pihak yang menggunakan aplikasi tersebut, karena langkah untuk memblokir layanan akan merepotkan banyak orang Rusia.

“Semua orang menggunakannya. Saya tidak memiliki banyak orang di daftar kontak saya yang tidak memiliki WhatsApp,” kata Georgobiani, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Wired, Rabu (23/3/2022).

Baca juga: 5 Sanksi Teknologi yang Dijatuhkan ke Rusia akibat Invasi Ukraina

Terlepas dari popularitasnya, faktor yang paling berperan besar yang membuat WhatsApp kebal dari pemblokiran adalah karena tidak adanya aplikasi lokal yang dapat menggantikan WhatsApp. Bila WhatsApp diblokir, maka saluran komunikasi antar-warga Rusia juga kemungkinan akan terganggu.

Hal tersebut diungkap Leonid Volkov, salah satu pendiri Internet yang merupakan organisasi non-profit yang memiliki misi melindungi internet di Rusia dari sensor, regulasi berlebihan, dan kesewenang-wenangan administratif.

Aplikasi perpesanan instan pesaing WhatsApp, Telegram pun tidak bisa diharapkan. Kehadiran Telegram di Negeri Beruang Merah itu juga tidak begitu direstui oleh Kremlin (sebutan lain untuk pemerintah Rusia).

Pasalnya, pemerintah Rusia sempat mencoba memblokir aplikasi tersebut pada tahun 2018. Namun akhirnya pemerintah membatalkan keputusan itu dua tahun kemudian, setelah aplikasi tersebut terus berkembang di dalam negeri meskipun ada larangan.

Baca juga: Simbol Huruf Z di Tank Rusia yang Serbu Ukraina, Ini Arti dan Fungsinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber Wired
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.