Saham GoTo Menguat Setelah Resmi Melantai di BEI

Kompas.com - 11/04/2022, 10:31 WIB
Penulis Bill Clinten
|

KOMPAS.com - PT GoTo Gojek Tokopedia (GoTo) akhirnya resmi melantai di bursa saham pada hari ini, Senin (11/4/2022). Saham perusahaan tersebut tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kode (ticker) "GOTO" dan sudah bisa dibeli investor.

Pantauan KompasTekno di situs IDX.co.id pada pukul 09.55 WIB, tren harga saham GoTo terpantau "hijau" alias naik dari harga awalnya (Rp 338 per lembar saham) setelah resmi diperdagangkan di BEI.

Kenaikan harga terpantau berkisar lebih dari 10 persen, bahkan sempat menyentuh 18 persen ke angka kisaran Rp 380-400 per lembar saham. Harga saham GoTo juga sempat naik ke angka Rp 412 sekitar lima menit setelah diperdagangkan.

Baca juga: GoTo Resmi Melantai di BEI Hari Ini

Ilustrasi harga saham GoTo per Senin (11/4/2022) pukul 09.55 WIB.idx.co.id Ilustrasi harga saham GoTo per Senin (11/4/2022) pukul 09.55 WIB.
Harga saham GoTo tersebut pun bisa naik dan turun seiring berjalannya waktu. Belum bisa dipastikan apakah tren harganya akan tetap stabil atau tidak ketika perdagangan ditutup hari ini.

Namun, harganya saat ini cenderung memiliki tren peningkatan yang cukup stabil di angka Rp 380-400 tanpa turun ke harga awal Rp 338 per lembar saham.

Sebagai informasi, harga saham Bukalapak (BUKA) pada saat pertama kali diperdagangkan meningkat sekitar 24 persen ke angka Rp 1.060 dari harga awal Rp 850 per lembar saham dan nyaris terkena Auto Rejection Atas (ARA).

Harga masih stabil

Terkait ARA, peningkatan harga saham GoTo pun terbilang masih aman.

Berdasarkan Peraturan No. II-A Tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas dengan SK Direksi No: KEP-00025/BEI/03-2020, rentang harga saham Rp 200-5.000 akan dikenakan ARA apabila terjadi kenaikan 25 persen dan ARB apabila ada penurunan sebesar 7 persen dalam satu hari.

Baca juga: Usai IPO di BEI, GoTo Pertimbangkan Dual Listing di Bursa AS Akhir 2023

Artinya, harga saham GoTo akan terkena ARA apabila mencapai sekitar Rp 422 per lembar saham atau ARB apabila mencapai sekitar Rp 314 per lembar saham.

Nah, mengacu pada peraturan ini, apabila suatu saham terkena ARA atau ARB, sistem BEI secara otomatis akan menolak perdagangan saham tersebut, baik jual maupun beli.

Namun, perlu dicatat, khusus saham IPO atau saham yang baru tercatat pertama kali di papan bursa, batasan yang berlaku sebesar dua kali dari persentase auto rejection.

Selain itu, saham juga bakal terkena auto rejection apabila ada pembelian saham lebih dari 50.000 lot atau 5 persen dari jumlah efek tercatat, tergantung mana jumlah yang lebih kecil.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang
Sumber IDX


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.