Kompas.com - 13/04/2022, 11:02 WIB

Voo menambahkan, insiden yang disebabkan sistem pitot statis ini mengharuskan pilot bereaksi cepat untuk menghindari bahaya lebih lanjut, dan apa yang telah dilakukan pilot MH2664 untuk mengembalikan posisi pesawat diklaim Voo sudah tepat.

Untuk menghindari hal yang sama terjadi di kemudian hari, CAAM meminta pihak Malaysia Airlines untuk meningkatkan pelatihan pilot, terutama untuk pelatihan “Upset and Recovery Training”.

Baca juga: Bocah 10 Tahun di Malaysia Jual Jus Mangga untuk Beli PS4

Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kewaspadaan pilot terkait seluruh persyaratan dan pengecekan fitur-fitur pesawat sebelum mereka menerbangkannya, demi menghindari berbagai kecelakaan atau malfungsi yang bisa terjadi.

Kemudian, CAAM meminta Malaysia Airlines untuk bekerja sama dengan Boeing, demi mengetahui apa masalah inti dari insiden MH2664 yang nyaris dilanda kecelakaan tersebut, serta melakukan berbagai hal untuk memperbaiki masalah tersebut.

Selain itu, Malaysia Airlines juga harus melapor secara rutin kepada CAAM apakah seluruh pesawat 737-800 milik mereka memiliki masalah yang sama atau tidak.

“Malaysia Airlines harus menyelesaikan inspeksi sistem pitot statis, yang mencakup semua elemen pengujian dan fitur-fiturnya, di seluruh pesawat 737-800 milik mereka,” pungkas Voo.

Malfungsi sistem pitot statis pesawat

Sekadar informasi, kesalahan prosedur yang melibatkan sistem pitot statis bisa mengakibatkan kecelakaan fatal dalam pesawat.

Pada 2018, misalnya, hal serupa sempat menimpa Malaysia Airlines yang mengoperasikan pesawat Airbus A330 rute Brisbane-Kuala Lumpur, di mana penutup sensor di sistem pitot statis pesawat lupa dicopot.

Dalam hasil investigasi, otoritas setempat mengatakan bahwa kesalahan ada di pihak Malaysia Airlines, di mana seharusnya mereka melihat bahwa penutup sistem pitot statis masih terpasang di pesawat dan harus dicopot sebelum penerbangan dilakukan.

Baca juga: Belajar dari Kecelakaan Pesawat China Eastern MU5735

Adapun pengecekan ini disebut tidak dilakukan sepenuhnya oleh para awak pesawat, atau proses pengecekan sistem pitot statis pesawat memang belum selesai dan pesawat telanjur lepas landas.

Terkait sistem pitot statis sendiri, belum diketahui secara pasti bagaimana status sistem tersebut untuk penerbangan MH2664, entah malfungsi yang disebabkan karena ada obyek yang menghalangi sensor, benar-benar rusak, atau hal lainnya.

Informasi tersebut pastinya akan disampaikan CAM dan Malaysia Airlines dalam beberapa waktu ke depan, seiring dengan berjalannya proses investigasi yang masih berlangsung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.