Kominfo Dorong Operator Seluler Perluas 4G Demi Tangkal WiFi Ilegal

Kompas.com - 13/04/2022, 19:30 WIB

KOMPAS.com - Belum lama ini kasus penyaluran jaringan internet atau WiFi ilegal terjadi di Pacitan. Pria berinisial IA (28) yang menjadi dalang tindakan tersebut, lantas ditangkap polisi.

Dalam aksinya, IA berlangganan paket internet dari penyedia jasa internet (Internet Service Provider/ISP) PT Telkom Indonesia dengan kecepatan 90 Mbps. IA kemudian menyalurkan WiFi dengan menjualnya kembali ke 96 pelanggan.

Setiap pelanggan mendapatkan alokasi internet dengan kecepatan 0,8 Mbps dengan beban biaya Rp 165.000 per bulan.

Di Indonesia, praktik menyediakan layanan internet tanpa izin, seperti yang dilakukan IA di atas, termasuk sebagai tindak pidana.

Baca juga: Pria di Pacitan Ditangkap karena Jual WiFi Ilegal, Bagaimana Aturan Hukumnya?

Hal ini juga diaminkan oleh juru bicara Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Dedy Permadi. Kominfo menyayangkan adanya praktik bisnis WiFi ilegal tersebut.

"Kementerian Kominfo sangat menyayangkan tindakan tersebut dan mendukung upaya pihak kepolisian dalam menindaklanjuti pelanggaran hukum tersebut," imbuhnya.

Menurut Dedy, IA memanfaatkan ketidaktahuan masyarakat akan layanan internet kabel, sehingga menjual kembali jaringan internet dengan kualitas yang buruk.

"Tindakan penjualan akses internet tanpa izin selain melanggar ketentuan peraturan perundang-undangan juga merugikan masyarakat, dimana pelaku dalam kasus Pacitan memanfaatkan ketidaktahuan warga tentang layanan internet fixed dengan mematok harga yang relatif murah namun kualitas internet yang diberikan adalah buruk dan tidak sebanding," kata Dedy kepada KompasTekno melalui pesan singkat, Rabu (13/4/2022).

Baca juga: Hati-hati, Ini Ciri-ciri WiFi Ilegal dan Bahayanya untuk Pengguna

Dorong operator perluas cakupan 4G

Untuk mengantisipasi praktik serupa marak terjadi di tengah masyarakat, Kominfo mendorong operator telekomunikasi untuk memperluas cakupan jaringan 4G di seluruh wilayah Indonesia.

Sebab menurut Dedy, praktik penyebaran layanan internet ilegal terjadi karena adanya peluang menjual kembali (reseller) layanan dengan harga yang lebih murah.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.