Kompas.com - 14/04/2022, 13:02 WIB
Penulis Lely Maulida
|

KOMPAS.com - NFT tweet pertama pendiri Twitter, Jack Dorsey, sempat menjadi salah satu NFT yang terjual dengan harga tinggi. Pada 2021 lalu, NFT tersebut terjual dengan harga 2,9 juta dollar AS atau setara (Rp 41,6 miliar).

Meski awalnya terjual dengan harga puluhan miliar, namun kini, NFT tersebut ditawar dengan harga yang lebih murah, bahkan jauh lebih rendah dari harga awalnya.

Pemilik NFT twit Jack Dorsey tersebut, Sina Estavi, tengah mencoba untuk menjual kembali NFT yang ia miliki.

Pengusaha kripto asal Iran ini berharap akan mendapat tawaran sekitar 50 juta dollar AS (Rp 717,7 miliar) untuk NFT tersebut.

Setengah dari harga penjualan NFT ini nantinya akan disumbangkan sebagai amal melalui badan amal GiveDirecly.

Sayangnya tawaran yang didapat Estavi tak setinggi itu. Lelang yang dilakukan di platform OpenSea menunjukkan beberapa penawaran. Waktu lelangnya sendiri ditetapkan selama 7 hari sejak dibuka pada 7 April. 

Baca juga: Ramai NFT Agus BM Everyday, Screenshot Chat WhatsApp Dijual Mulai Rp 70.000

Pada menit terakhir sebelum penutupan lelang, harga tertinggi NFT Jack Dorsey ditawar hanya 280 dollar AS. Angka ini tentu amat rendah dibanding harga pembelian awal Estavi, apalagi untuk mencapai harga yang diharapkannya senilai 50 juta dollar AS.

Masa lelang berakhir pada Rabu, (13/4/2022), tercatat ada total tujuh penawaran mulai dari 6 dollar AS (Rp 86.000) hingga 280 dollar AS (Rp 4 juta).

Namun, Estavi menyatakan masih membuka kesempatan untuk penawaran yang lebih tinggi. Sebab, OpenSea sendiri memungkinkan pengguna untuk menerima atau menolak tawaran meskipun masa lelang sudah berakhir.

"Batas waktu yang sama tetapkan sudah berakhir, namun jika saya mendapat tawaran yang bagus, saya mungkin menerimanya, (atau) mungkin tidak akan menjualnya," ujar Estavi sebelum membuka lagi lelang lanjutan seperti dikutip KompasTekno dari CoinDesk, Kamis (14/4/2022).

Pantauan KompasTekno, Kamis (14/4/2022), penawaran terbaru tercatat sekitar 4.707 dollar AS (Rp 67,5 juta) atau setara 1,5 Ethereum.

Meski harga tawarnya terus naik, angkanya tidak mencapai bahkan selisih jauh dengan harga pembelian yang dilakukan Estavi setahun lalu.

Jack Dorsey ikut komentar

Dalam twit yang diunggah Estavi, Dorsey memberikan tanggapan. Twit itu menyatakan bahwa Estavi akan menyumbangkan 50 persen dari hasil penjualan NFT jika terjual 50 juta dollar AS. Dengan kata lain, jumlah sumbangannya adalah 25 juta dollar (Rp 359 miliar).

Baca juga: Game F1 Delta Time Setop Layanan, NFT-nya Jadi Tidak Berharga

Twit ini menuai komentar dari Dorsey. Pendiri Twitter itu berkata "Kenapa tidak 99 persen?". Estavi lantas menjawab bahwa ia tidak akan menggunakan uang hasil penjualan NFT untuk dirinya sendiri, melainkan untuk mendukung proyek blockchain Bridge Oracle. Pengusaha kripto itu juga mengeklaim siap menyumbangkannya 100 persen.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Sumber CNET,CoinDesk
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Video: Unboxing dan Hands-on Poco F4 GT serta Poco F4 versi Indonesia

Gadget
Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

Cara Beli Tiket Konser Westlife 2022 di Bogor, Surabaya, dan Yogyakarta

e-Business
Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

Link Pengumuman PPDB Jatim 2022 Tahap 4 dan Cara Cetak Bukti Penerimaannya

e-Business
Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Daftar Game Baru yang Akan Dirilis Juli 2022 di PC, PlayStation, hingga Nintendo Switch

Software
Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Aplikasi Pindah Data iPhone ke Android Kini Bisa untuk Semua HP Android 12

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Poco F4 GT di Indonesia

Gadget
Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Vivo T1 5G Varian 256 GB Meluncur di Indonesia, Ini Harganya

Gadget
Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Samsung Galaxy Tab S6 Lite 2022 di Indonesia

Gadget
Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Mengenal Youtuber Minecraft “Technoblade” yang Meninggal Dunia di Usia Muda

Software
Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Menjajal TWS Nothing Ear 1 yang Dibanderol Rp 1,5 Juta di Indonesia

Gadget
Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Bocoran Harga Nothing Phone (1), Ponsel Pertama Bikinan Mantan Pendiri OnePlus

Gadget
Cara Menampilkan Avatar 3D di 'Always On Display' Oppo Reno 7

Cara Menampilkan Avatar 3D di "Always On Display" Oppo Reno 7

Gadget
Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Snapchat Punya Layanan Berbayar, tapi Masih Ada Iklannya?

Software
Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

Tahukah bahwa iPhone Dulu Sebelum Dirilis Hampir Dinamai “iPad” atau “Tripod”?

e-Business
Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, 'Berantakan' dan Pakai Software iPod

Tampang Prototipe Pertama iPhone 15 Tahun Lalu, "Berantakan" dan Pakai Software iPod

Gadget
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.