Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Alasan Suara Google Assistant, Siri, dan Alexa Menggunakan Suara Perempuan

Kompas.com - 15/04/2022, 13:15 WIB
Soffya Ranti

Penulis

Sayangnya sistem yang digunakan Google untuk membuat asisten virtual barunya hanya menggunakan data suara perempuan.

Adapun cara kerja sistem text-to-speech Google yang lebih tua akan menggabungkan potongan-potongan audio dari rekaman dengan menggunakan algoritma pengenalan suara.

Sistem ini bekerja dengan menambahkan penanda di tempat yang berbeda dalam kalimat untuk mengajarkan sistem di mana suara tertentu akan dimulai dan diakhiri.

Brand Ward seorang manajer teknik untuk text-to-speech di Google menjelaskan bahwa penanda tersebut tidak ditempatkan secara akurat pada jenis suara pria. Artinya akan lebih sulit untuk mendapatkan kualitas suara yang baik seperti pada suara perempuan.

Hal tersebut membuat perusahaan untuk memutuskan tidak melanjutkan membuat virtual asisten dengan suara pria setelah mengetahui betapa sulit dan menantangnya hal tersebut. 

Ward menambahkan dalam membuat virtual asisten untuk Google Assistant dengan suara pria membutuhkan waktu lebih dari satu tahun dan tidak ada jaminan bahwa memiliki kualitas yang cukup tinggi dan diterima dengan baik oleh pengguna.

Suara perempuan lebih efektif untuk strategi pemasaran

Dilansir dari realresearcher.com, suara perempuan sebagai asisten virtual lebih efektif digunakan sebagai strategi bisnis pemasaran karena suara perempuan terdengar lebih menyenangkan dan menarik.

Asisten virtual menggunakan suara perempuan digambarkan lebih simpatik, membantu, dan ramah sehingga lebih cocok digunakan perusahaan untuk meningkatkan kepuasan pelanggan hingga keuntungan perusahaan.

Baca juga: Panggil Google Assistant di Ponsel Tak Perlu Sebut OK Google?

Suara perempuan menimbulkan stereotip gender di kalangan virtual asisten

Setelah menilik berbagai alasan mengapa virtual asisten bvanyak menggunakan suara perempuan, tanpa sadar dominasi suara perempuan pada virtual asisten tersebut sebenarnya menimbulkan bias gender atau kondisi yang lebih memihak salah satu gender khususnya pada dunia Artificial Intelligence (AI).

Berdasarkan beberapa alasan di atas, bias gender yang terjadi pada virtual asisten suara disebabkan oleh kurangnya data dan persepsi yang diterima secara luas tentang suara perempuan.

Mengatasi masalah ini, perusahaan Apple pun mengumumkan bahwa mereka telah memutuskan untuk menghentikan Siri sebagai default dari suara perempuan.

Apple akan meminta pengguna untuk memilih dari berbagai suara wanita atau pria saat mereka akan menggunakan virtual asisten.

Hal ini menjadi salah satu terobosan baru dari perusahaan teknologi besar yang mencoba untuk menghapus asosiasi gender apa pun dari virtual asisten suara perangkat.

Hasil survey dari Real Research Media pada laporannya 3 Mei 2021 mengungkapkan sebanyak 65,41 persen pengguna setuju keputusan Apple yang menghentikan default Siri ke suara perempuan.

Di sisi lain, sebanyak 34,59 persen tidak setuju dengan keputusan Apple karena mereka lebih suka menggunakan asisten virtual Siri dengan suara perempuan. Keputusan Apple tersebut dirasa membuka jalan untuk keseteraan gender.

Selain Apple, perusahaan marketplace Amazon juga mencoba menggunakan virtual asisten suara menggunakan suara pria pada salah satu iklannya, dan hebatnya sebanyak 69,59 persen responden menerima iklan tersebut.

Upaya Amazon menggunakan suara pria tersebut nyatanya dianggap sebagai kontribusi pada kesetaraan gender dan akan membantu mengurangi stereotip gender dalam penggunaan asisten virtual.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Elon Musk Bangun Superkomputer Baru demi AI Grok

Elon Musk Bangun Superkomputer Baru demi AI Grok

Internet
Pengertian dan Perbedaan Broadband dan Dedicated Internet

Pengertian dan Perbedaan Broadband dan Dedicated Internet

Internet
Pakai Generative AI, Calon Kepala Daerah Dapat Lakukan Kampanye Politik Lebih Optimal dan Efisien

Pakai Generative AI, Calon Kepala Daerah Dapat Lakukan Kampanye Politik Lebih Optimal dan Efisien

Software
Canva Enterprise Meluncur, Platform Desain Grafis Khusus untuk Pengguna Kantoran

Canva Enterprise Meluncur, Platform Desain Grafis Khusus untuk Pengguna Kantoran

Software
Smartphone Realme Narzo N65 5G Meluncur, Pakai Chip Dimensity 6300 dan Kamera 50 MP

Smartphone Realme Narzo N65 5G Meluncur, Pakai Chip Dimensity 6300 dan Kamera 50 MP

Gadget
Pengguna WhatsApp Kini Bisa Bikin Pesan Suara di Status WA Lebih Panjang

Pengguna WhatsApp Kini Bisa Bikin Pesan Suara di Status WA Lebih Panjang

Software
Cara Aktivasi Internet Roaming Telkomsel di HP Android dan iPhone

Cara Aktivasi Internet Roaming Telkomsel di HP Android dan iPhone

Internet
YouTube Music Bisa Cari Lagu dengan Bersenandung, Begini Caranya

YouTube Music Bisa Cari Lagu dengan Bersenandung, Begini Caranya

Software
Membandingkan Konsol Advan X-Play, Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go dan MSI Claw

Membandingkan Konsol Advan X-Play, Asus ROG Ally, Lenovo Legion Go dan MSI Claw

Gadget
Cara Membuat Nada Dering WhatsApp Sebut Nama Sendiri, Mudah dan Praktis

Cara Membuat Nada Dering WhatsApp Sebut Nama Sendiri, Mudah dan Praktis

Software
Pakai Dual-Rec di Samsung S24 Ultra, Bikin Fancam dan Nge-Vlog Sekaligus Saat Nonton Konser Lebih Praktis

Pakai Dual-Rec di Samsung S24 Ultra, Bikin Fancam dan Nge-Vlog Sekaligus Saat Nonton Konser Lebih Praktis

Gadget
Spesifikasi dan Harga Vivo Y28 di Indonesia

Spesifikasi dan Harga Vivo Y28 di Indonesia

Gadget
2 Cara Membuat Tulisan Unik Monospace di WhatsApp dengan Mudah

2 Cara Membuat Tulisan Unik Monospace di WhatsApp dengan Mudah

Software
Operator Seluler Minta Pemerintah Adil ke Starlink

Operator Seluler Minta Pemerintah Adil ke Starlink

e-Business
Ponsel Honor 200 dan 200 Pro Resmi, Chip Snapdragon 8s Gen 3 Fast Charging 100 Watt

Ponsel Honor 200 dan 200 Pro Resmi, Chip Snapdragon 8s Gen 3 Fast Charging 100 Watt

Gadget
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com