Kompas.com - 15/04/2022, 13:15 WIB
Penulis Soffya Ranti
|

Saat itu suara Emma sangat diterima dengan baik dan menjadikan banyak perusahaan mulai beralih menggunakan suara perempuan sebagai operator telepon.

Bahkan hingga saat ini banyak perusahaan yang kemudian menjadikan suara perempuan menjadi dominan untuk virtual asisten. Hal tersebut yang akhirnya membuat rekaman audio wanita lebih banyak dan mudah ditemukan untuk pengembangan sebuah aplikasi.

Karena pengguna cenderung lebih terbiasa menggunakan asisten virtual dengan suara perempuan, maka suara perempuan juga sudah pasti lebih diterima sehingga banyak programmer yang lebih memilih menggunakannya daripada harus merekam suara pria yang belum tentu dapat diterima baik oleh pengguna.

Baca juga: Bug iOS 15 Bikin iPhone Rekam Percakapan Pengguna dengan Siri

Membuat suara otomasi pria lebih sulit dan membutuhkan waktu lama

Industri Artificial Intelligence (AI) didominasi oleh virtual asisten menggunakan suara perempuan.  Maka tidak heran jika membuat sistem virtual asisten menggunakan suara pria cukup sulit.

Contoh saja yang terjadi pada perusahaan Google. Pada tahun 2016, Google meluncurkan “Google Assistant” dan ingin meluncurkan asisten virtual suara barunya dengan suara pria dan wanita.

Sayangnya sistem yang digunakan Google untuk membuat asisten virtual barunya hanya menggunakan data suara perempuan.

Adapun cara kerja sistem text-to-speech Google yang lebih tua akan menggabungkan potongan-potongan audio dari rekaman dengan menggunakan algoritma pengenalan suara.

Sistem ini bekerja dengan menambahkan penanda di tempat yang berbeda dalam kalimat untuk mengajarkan sistem di mana suara tertentu akan dimulai dan diakhiri.

Brand Ward seorang manajer teknik untuk text-to-speech di Google menjelaskan bahwa penanda tersebut tidak ditempatkan secara akurat pada jenis suara pria. Artinya akan lebih sulit untuk mendapatkan kualitas suara yang baik seperti pada suara perempuan.

Hal tersebut membuat perusahaan untuk memutuskan tidak melanjutkan membuat virtual asisten dengan suara pria setelah mengetahui betapa sulit dan menantangnya hal tersebut. 

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.