Kompas.com - 23/04/2022, 09:30 WIB

KOMPAS.com - Sejak dirilis beberapa tahun lalu, Reels kini menjadi salah satu fitur andalan para kreator untuk mengunggah konten video pendek. Namun, bagi Anda yang kerap "scrolling" Reels, pasti tidak menyangkal bahwa banyak konten yang muncul di Reels merupakan unggahan ulang (repost) dari TikTok.

Ciri-cirinya mudah saja dilihat. Sebab watermark (tanda air) video di TikTok selalu muncul di dalam video atau di akhir video.

Tampaknya, Instagram ingin membenahi hal tersebut. Anak perusahaan Meta itu agaknya ingin Reels tidak dibanjiri konten hasil repost dari TikTok, platform berbagi video pendek yang disebut menjadi "inspirasi" Instagram untuk meluncurkan Reels.

Baca juga: Instagram Reels Punya Fitur Balas Komentar seperti TikTok

Caranya adalah dengan mengubah algoritma di Reels dan Feed Instagram. Algoritma yang akan dirombak nanti akan lebih mengutamakan konten asli atau orisinil yang dibuat pengguna Instagram, ketimbang konten repost.

Head of Instagram, Adam Mosseri mengatakan langkah ini bertujuan untuk menghargai usaha para kreator konten di Instagram.

"Kreator sangat penting bagi masa depan Instagram, dan kami ingin memastikan bahwa mereka sukses dan mendapatkan hasil yang pantas dari apa yang mereka buat di platform ini," jelas Mosseri dalam sebuah postingan Twtitter melalui handle @mosseri.

Selain video hasil repost dari TikTok, Reels dan Feed juga dijejali akun-akun yang kerap mengunggah ulang konten menarik dari akun Instagram atau akun platform lain, seperti video lucu atau meme.

Baca juga: Instagram Ubah Algoritma, Bakal Lebih Menghargai Konten Asli daripada Repost

Biasanya, akun-akun tersebut akan mendapat views dan engagement yang tinggi, dengan modal repost "saja". Instagram mengatakan, apabila algoritma Reels dan Feed Instagram sudah dirombak, akun yang kerap repost konten tidak akan mendapatkan views dan engagement sebanyak seperti saat ini.

Hanya saja, Mosseri tidak merinci mengenai bagaimana cara Instagram dalam membedakan konten asli dan konten hasil repost dari pengguna lain.

Mosseri hanya mengatakan bahwa pihaknya akan mengandalkan sebuah sistem untuk memprediksi dan menentukan orisinalitas sebuah konten, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari The Verge, Jumat (22/4/2022).

Halaman:


Video Pilihan

Sumber The Verge
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.