Kompas.com - 25/04/2022, 07:18 WIB
XL Axiata terus melakukan penguatan jaringan 4G di Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam dan Bintan, sebagai upaya mendukung pariwisata dan perekonomian daerah, serta peningkatan literasi digital masyarakat. DOK XL AXIATAXL Axiata terus melakukan penguatan jaringan 4G di Kepulauan Riau (Kepri), termasuk Batam dan Bintan, sebagai upaya mendukung pariwisata dan perekonomian daerah, serta peningkatan literasi digital masyarakat.

KOMPAS.com - Operator seluler XL Axiata mengatakan bahwa kecepatan dan experience penggunaan jaringan 4G LTE akan meningkat jika jaringan 3G sudah dimatikan sepenuhnya.

Pasalnya, XL mengatakan bahwa lebar pita yang semula digunakan oleh jaringan 3G, akan dialihkan sepenuhnya untuk 4G LTE.

Direktur & Chief Technology Officer XL Axiata, I Gede Darmayusa, mengatakan bahwa XL saat ini masih menggunakan pita selebar 5 MHz di frekuensi 2.100 MHz untuk jaringan 3G. Adapun total lebar pita yang dimiliki XL di frekuensi tersebut adalah 15 MHz.

"Kami melihat begitu kami sunset (mematikan) 3G dan memakai 5 MHz untuk LTE, kecepatan itu akan naik 10 sampai 15 persen," kata Gede saat ditemui di Jakarta Selatan, Jumat (22/4/2022).

Baca juga: XL Sengaja Belum Matikan Sinyal 3G di 2.000 Site, Ini Alasannya

Gede mengatakan, saat ini proses suntik mati sinyal 3G sudah mencapai 96 persen dan diharapkan segera rampung.

Menurut Gede, saat ini diperkirakan masih ada sekitar 2000 site 3G yang belum dimatikan. Sebab, jumlah trafik layanan panggilan suara (voice) 3G di site tersebut masih besar.

"Kami tidak mau kehilangan subscriber, terutama voice karena ARPU-nya besar. Kalau data, misalnya, Rp 50.000 sudah cukup untuk satu bulan. Kalau voice, kadang mereka bisa Rp 100.000 sampai Rp 200.000," kata Gede.

Gede menambahkan, para pelanggan 3G tersebut kemungkinan masih belum menggunakan handset 4G dan kartu SIM 4G.

Baca juga: Ingat, Sinyal 3G XL Dimatikan Akhir Maret Ini

Kendati tidak mau kehilangan pengguna layanan voice, XL sendiri tetap ingin pelanggan dapat beralih menggunakan layanan data.

Sebab saat ini memang sudah mengandalkan data sebagai penghasil revenue tertinggi. Menurut Gede, kontribusi layanan data terhadap total revenue mencapai 93 persen.

"Jadi penambahan experience 15 persen itu sebanding dengan penambahan trafik. Karena orang akan spend more (lebih banyak menggunakan layanan)," ungkap Gede.

Gede mencontohkan, dahulu pengguna XL selama 10 menit menghabiskan data 100 MB. Sekarang karena kecepatan yang lebih tinggi, 10 menit bisa menghabiskan 150 MB.

"Otomatis buat kami itu revenue. Jadi kami ingin lebih cepat," pungkas Gede.

Baca juga: Telkomsel dan XL Tegas Matikan 3G Tahun Ini, Indosat Belum Jelas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Ponsel Lawas Perlu Di-reset? Begini Alasannya

Kenapa Ponsel Lawas Perlu Di-reset? Begini Alasannya

Software
Menhub Terkejut, Indonesia Ditawari Masuk Anggota Dewan ICAO

Menhub Terkejut, Indonesia Ditawari Masuk Anggota Dewan ICAO

e-Business
WhatsApp Siapkan Fitur untuk Keluar Grup Diam-diam

WhatsApp Siapkan Fitur untuk Keluar Grup Diam-diam

Software
Tabel Spesifikasi dan Harga Oppo A16K di Indonesia

Tabel Spesifikasi dan Harga Oppo A16K di Indonesia

Gadget
Apa itu SpaceX? Perusahaan Teknologi Elon Musk yang Dikunjungi Jokowi

Apa itu SpaceX? Perusahaan Teknologi Elon Musk yang Dikunjungi Jokowi

e-Business
Gegara 'Bug', Peluncuran iOS 16 Versi Beta Publik Bakal Molor?

Gegara "Bug", Peluncuran iOS 16 Versi Beta Publik Bakal Molor?

Software
Apa Itu Socialspy WhatsApp yang Disebut Alat untuk Menyadap? Apakah Aman Digunakan?

Apa Itu Socialspy WhatsApp yang Disebut Alat untuk Menyadap? Apakah Aman Digunakan?

Software
Apa Itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Apa Itu Starlink? Layanan Internet Satelit yang Dijanjikan Hadir di Indonesia Mulai 2023

Internet
Game 'Fall Guys: Ultimate Knockout' Kini Digratiskan

Game "Fall Guys: Ultimate Knockout" Kini Digratiskan

Software
Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Jadwal dan Link Streaming Mobile Legends SEA Games 2021 Rabu 18 Mei, Tim Indonesia Berlaga

Software
Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

Menhub: Perjalanan Udara di Indonesia Diprediksi Pulih Tahun 2023

e-Business
Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Timnas PUBG Mobile Indonesia Sumbang Medali Perak di SEA Games 2021

Software
Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Layanan Indosat Ooredoo Dikeluhkan Bermasalah Selasa Malam

Internet
Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

Elon Musk Ancam Tak Lanjutkan Akuisisi Twitter Gara-gara Akun Bot dan Spam

e-Business
Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

Cara Aktifkan Izin Lokasi untuk Daftar Prakerja Gelombang 29 di HP Android, iPhone, dan Laptop

e-Business
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.